Family Gathering ILUNIA (Ikatan Alumni SMUN 1 Balige) sejabodetabek & BandungI

Sederhana tapi bermakna, kecil tapi dapat diingat, adalah eksistensi pelaksanaan Family Gathering Ilunia Sejabodetabek & bandung. Family gathering yang berjalan dengan Thema” Aku Peduli Almamaterku” dihadiri sekitar 40 orang Alumni dari berbagai angkatan, antara lain alumni 1989, 1995 sampai dengan alumni 2008.

Family gathering tahun ini menyuarakan peningkatan kecintaan terhadap Almamater dan juga menjalin kebersamaan antara alumni, menumbuhkembangkan kesadaran dan jiwa sosial kepada orang-orang yang membutuhkan peran alumni.

Salmon Hutasoit

Salmon Hutasoit

Family gathering yang bertempat di Cisarua, Jawa Barat ini melaksanakan acara khusus yang diawali dengan kebaktian bersama yang dipimpin dan dilayani langsung oleh salah seorang alumni 1995 yakni bang Salmon Hutasoit. dalam khotbahnya bang Salmon Hutasoit menyampaikan pentingnya kebersamaan, Disiplin, dan tujuan bersama dalam satu team/organisasi. Setelah acara kebaktian bersama acara dilanjutkan dengan Spirit Motivation yang juga di mentori langsung oleh Salmon Hutasoit.Patut kita bangga dan mensyukuri bahwa SMUN1 Balige selain mencetak Profesional-Profesional muda juga melahirkan mentor dan hamba Tuhan yang patut diteladani.

Makan bersama

Makan bersama

Ditengah dinginnya malam, dengan antusias para alumni melanjutkan kegiatan -kegiatan lainnya antara lain Game, Perkenalan sesama alumni, api unggun, bakar jagung dan karaoke.

Hari kedua, kebersamaan sesama alumni nampak semakin akrab dengan melakukan olah raga bersama, tour kebun dengan suasana yang penuh

Tour kebun

Tour kebun

canda.

Pagi menjelang siang, dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang juga merupakan puncak acara family gathering tahun ini telah disahkan AD/ART  Ilunia Sejabodetabek & Bandung, yang dilanjutkan dengan

Lintong Nababan, Presidium sidang

Lintong Nababan, Presidium sidang

Musyawarah Besar Organisasi yang dipimpin langsung oleh Presidium Sidang yaitu Pangeran Andrew Hutapea

Musyawarah Besar Organisasi

Musyawarah Besar Organisasi

dan Lintong Nababan. Musyawarah Besar Organisasi ini dihadiri 3 komisi masing-masing Komisia A, Bidang keorganisasian, Komisi B dewan pelaksana, komisi C rekomondasi. MBO ini berlangsung dengan hikmat dan menghasilkan beberapa program kerja dari masing-masing komisi.

Dipenghujung acara masing-masing komisi merekomondasikan satu orang calon ketua Alumni antara lain, Komisi A menclaonkan Fransiskus Mauceng Simanjuntak, Komisi B mencalonkan Rudy Alber

Fransiscus Mauceng S, Ketua terplih. Pangeran Andrew H, Wakil Ketua

Fransiscus Mauceng S, Ketua terplih. Pangeran Andrew H, Wakil Ketua

Sirait dan Komisi C mencalonkan Chiko br.Pardede.Melalui pemilihan suara terbanyak dengan resmi Fransiskus Mauceng Simanjutak terpilih menjadi ketua Alumni Sejabodetabek & Bandung peiode 2009 -2011 dengan perolah suara 22 suara atau 59,4 %.

Saya pribadi mewakili alumni 1997 dengan rasa haru dan bahagia sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kasihnya para panitia diberi kemampuan untuk menghimpun para alumni hingga acara ini terlaksana dengan baik. Kiranya Family Gathering tahun ini membawa sukacita, menjadi moment bagi Ilunia untuk membulatkan tekad, berbuat yang terbaik untuk Almamater dan juga para alumni. Semoga Sukses Tuhan Memberkati

Lintong Nababan

Alumni 1997

Lintang Pratama Expressindo/Indotrac Cargo Perkasa

Menaklukkan Pikiran

Mengapa kita sering tidak berhasil dalam mengatasi hidup ini? Padahal kita telah bertekad untuk memperbaiki setiap kesalahan kita, tetapi selalu gagal hingga kita jadi putus asa.

Sebenarnya, bila kita mau mengevaluasi diri, kegagalan disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Pikiran adalah peperangan rohani yang terselubung, sebab sekali bekerja sanggup mengacaukan dan menggagalkan setiap rencan a baik kita.  Dan Iblis memakai strategi pikiran untuk menghancurkan kita. Sebab itu janganlah mengandalkan kekuatan, pengalaman dan pikiran kita, sebab ketiga hal itulah yang membawa kita kepada kehancuran.

Ada tiga strategi untuk menaklukkan pikiran

Pertama:Taklukkan pikiran yang berprasangka! tanpa disadari, seringkali kita berprasangka kepada orang lain, bahkan kepada Tuhan,bila  pertolongan Tuhan terlambat datang sedikit saja, kita langsung menganggap Tuhan tidak setia. Padahal belum tentu Tuhan bertindak demikian, mungkin saja Tuhan punya rencana indah buat kita. Tetapi karena pikiran sudah lebih dulu dikuasai prasangka buruk, sehingga yang timbul di pikiran kita hanya hal-hal negatif

Kedua, Taklukkan pikiran yang berkubu! mengapa timbul pikiran yang berkubu? karena adanya kebencian di hati. Ingatlah, kehidupan kekristenan adalah kehidupan yang terlepas dari kebencian, adanya trauma yang pernah menimpa diri kita, sehingga timbul pikiran yang telah dibentengi dengan kegagalan masa silamnya, dan adanya kebimbangan.

Ketiga, Taklukkan pikiran yang sombong! sebab kesombogan membawa kita pada kehidupan yang meremehkan Tuhan. Itu sebabnya Tuhan akan melawan dengan tanganNya sendiri orang yang sombong.

Kawan, selama kita hidup di dunia, tidak berarti kita harus menjalani kehidupan juga secara duniawi. Sebaliknya, kita harus mampu membawa diri pada kehidupan yang berkemenangan, tetapi dengan syarat harus mampu menaklukkan pikiran.

“Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” 2 Korintus 10:5b)

Dikutip dari: Rajawali,Renungan Pemuda dan Remaja

My Slide Show!

Strategy Porter

International_Marketing

My PIC

Arloji yang Hilang

Ada seorang tukang kayu, Suatu saat  ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. ia amat mencintai arloji tersebut . karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.Sambil mengeluh mempersalahkan ketelodoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. namun sia-sia saja arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.

tibalah saat makan siang, para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. saat itu seorang anak kecil yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira, namun ia juga heran karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia.

Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu. bagaimana caranya engakau mencari arloji ini? tanya si tukang kayu. saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. dengan itu saya tau di mana arloji itu berada, jawab anak itu.

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam kesibukan dan kegaduhan . ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.

“segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin (Pengkotbah 4:6)

dikutip dari : renungan saat teduh mingguan

Tuhan Pasti menjagamu

Suatu tindakan yang bodoh bila kita berputus asa karena mengidap penyakit. Apalagi kalau berfikir bahwa Allah tidak memlihara kita dan memberikan yang terbaik bagi hidup kita, sehingga kita menjadi ada di bawah bayang-bayang ketakutan akan penyakit atau kemelaratan hidup. Seolah- olah Tuhan tidak mengasihi dan menjaga hidup kita? itu adalah pemikiran yang sempit. Sebagai orang percaya dan beriman, perlu ada kesasadaran yang utuh dari kita untuk memahami bahwa hidup kita adalah milik Allah.

Segala sesuatu yang kita jalani adalah atas kehendakNya. Dengan demikian, tak ada alasan kita untuk bersungut-sungut dan kwatir atas hidup ini. Jadi tidak perlu takut apabila kita sedang mengidap penyakit paling berbahaya sekalipun.

Penyakit apapun tak mungkin mampu menyebabkan orang mati. sebab orang percaya dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Allah bapa, hidupnya milik Tuhan, dan Dia pula yang berhak memutuskan kehidupan kita.Apalagi kalau dikaitkan dengan kuasa-kuasa roh jahat lainya. karena roh yang ada dalam diri kita lebih besar dari roh apapun didunia ini. Bila kita mengimani itu, maka tak mungkin ada kekuatan setan yang mampu merusak hidup kita.

Allah tak akan membiarkan orang percaya terombang-ambing. Hidup bersama Dia adalah hidup dengna kepastian. Sekalipun kita dikelilingi oleh roh jahat yang mau merusak, tetapi bersama Allah kita cakap menanggung segala perkara. Ketika kita menyerahkan hidup kita kita secara total kepadaNya, maka Allah sendiri yang akan menghadapi roh jahat tersebut.dan Dia akan memenuhi segala sesuatu keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya.

Tuhan akan menajaga engkau terhadap segala kecelakaan, Ia akan menjaga nyawamu (mazmur 121:7)

dikutip dari : Saat teduh harian pribadi

DASAR-DASAR PENYUSUNAN BUSINESS PLAN

Pengertian Bisnis

Kamus Inggris –Indonesia ( John M.Echols & Hassan Shadily:

Perusahaan; Urusan; Usaha

Kamus Besar Bahasa Indonesia (JS.Badudu & St.M. Zain) :

Usaha dagang , Usaha mencari uang dengan cara dagang

Business An Introduction (Husein Umar) dalam Raymond E. Glos : Business : Its nature and Environtment : An Introduction ]

Merupakan seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpungan dalam bidang perniagaan dan industri, yang menyediakan barang & jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.

Pengantar Bisnis [Dr. Buchari Alma (Hughes and Kapoor)] :

Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a profit, the goods and services that specify society needs

Pemahaman Perencanaan Bisnis :

DOKUMEN TERTULIS YANG MENGURAIKAN IDE DASAR YANG MENDASARI PERTIMBANGAN PENDIRIAN BISNIS DAN HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN PENDIRIAN TERSEBUT

Lembar Sampul

Ringkasan Eksekutif

Rencana Organisasi

Rencana Pemasaran

Dokumen Keuangan

Dokumen Pendukung

Business Plan Adalah suatu dokumen tertulis yang menggambarkan secara sistematis suatu bisnis/usaha yang diusulkan

Kegunaan :

l .Kegiatan penelitian (bisnis) yg akan dilaksanakan /

sedang berjalan tetap pada jalur yg direncanakan.

2. Pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang

diharapkan.

3. Alat untuk mencari dana dari pihak ketiga (investor,

lembaga keuangan dll)

Perencanaan

Sangatlah penting bagi kesuksesan suatu usaha yang mememperlihatkan tiga hal penting, yakni :

Kemana kita akan menuju

Dimana posisi kita sekarang

Bagaimana kita akan mencapai tujuan tersebut dari posisi yang sekarang

Dasar-dasar (ISI) Business Plan

Suatu BP sebaiknya memuat hal-hal berikut :

-Lembar judul ( + Ringkasan Eksekutif)

-Peluang (+ dan tawaran )

-Produk/jasa yang diberikan / direncanakan (+ Latar belakang organisasi)

- Analisa kondisi /Pasar ( internal dan eksternal)

- Formulasi strategi (rencana pemasaran, organisasi, produksi)

- Analisis finansial dan Analisa Resiko ( + Rencana Tindak, Action Plan)

- Lampiran : Terminologi, Data Pendukung dsb.

Ringkasan Eksekutif

Ringkasan yang menjadi titik perhatian (highlight) perencanaan bisnis. ditulis setelah dokumen perencanaan bisnis selesai dibuat

Tujuan : memberikan gambaran perencanaan bisnis pengusul kepada ‘pembaca’.

Harus jelas, tepat dan singkat (maks 2 hal)

Mengungkapkan :

Mengapa direncanakan /bergelut di bidang ini

Cara mengimplementasikan, keinginan-keinginan yang hendak kita capai

Peluang dan Tawaran

-Menggambarkan peluang yang ada dlm bisnis yg diusulkan :

sebutkan permasalahan yang ada pada saat ini dan gambarkan produk/jasa yang berpeluang untuk menjawab permasalahan tersebut.

-Menggambarkan daerah kegiatan (lokal, nasional, internasional) yang berpotensi/menjadi target disertai alasannya

-Menjelaskan apa yang diharapkan dari investor/mitra kerja dan apa yang ditawarkan pada investor/mitra kerja sebagai balasannya. Tawaran tersebut misalnya investor diberikan lisensi, dibantu untuk pemasaran, keuntungan yang dapat diperoleh dsb.

Produk / Jasa

Deskripsi Produk : Memberikan penjelasan singkat mengenai ‘produk/jasa’ yang ditawarkan. Penjelasan sesederhana mungkin tetapi cukup jelas bagi orang awam, karena investor/mitra kerja mungkin tidak memahami produk yang ditawarkan.

Produk Features (Keunggulan Produk) :

Menjelaskan keunggulan produk yang ditawarkan dibandingkan dengan yang telah ada di pasaran.

Produk/jasa

Award and endorsement

(Penghargaan & Pengakuan)

Bukti nyata dari keunggulan produk/jasa

yang ditawarkan, contoh :

- patent

- hasil uji coba oleh   pihak ‘independent’ / perusahaan lain.

> hasil pilot plant dan hasil analisisnya.

(+Latar belakang organisasi)

- Memperlihatkan organisasi yang akan menjalankan kegiatan/bisnis ini

- Memperkenalkan kapabilitas organisasi di bidang yang ditawarkan

- Konsep bisnis

Gambarkan secara ringkas konsep kegiatan yang akan dijalankan, apa tujuan dan sasarannya serta bagaimana mencapainya

Analisa Kondisi/ Analisis Pasar

Perlu dianalisa perubahan yang terjadi di pasar, para key players, leadership, harga dan biaya, atau kompetisi yang terjadi dalam rencana kegiatan /bisnis ini. Analisis yang dilakukan harus selengkap mungkin sehingga secera jelas memberikan gambaran pada  pengusul sendiri / investor mengenai potensi dan peluang pasar (potensial market, market niche) untuk produk yang ditawarkan.

Analisis Kondisi

Analisis meliputi :

- Trend (Kecenderungan) : dapat dilihat dari segi sosial, teknologi, ekonomi, politik, hukum dan lingkungan

- Market need (Kebutuhan Pasar)

- Competitor Analysis (Analisa Pesaing)

- Sustainable Competitive Advantage (Keunggulan Bersaing)

Analisa Kecenderungan :


Environmental Scanning

- apa yg berubah dalam lingkungan sekitar?

- Bagaimana perubahan ini berdampak pada rencana kegiatan / bisnis ?

Bisa dilihat dari aspek :

- Politik/legalitas : Resiko politis; regulasi/ deregulasi

- Teknologi :  Teknologi baru di bidang-bidang terkait

- Sosial : Nilai budaya, populasi dunia, usia pend. dll

- Ekonomi :  Pertumbuhan ekonomi; perdagangan  nasional/internasional ; globalisasi dll

- Lingkungan : sumber daya alam; migrasi flora-fauna; pemanasan global dll

Kesemuanya merupakan faktor yang saling terkait dan berhubungan

Analisa Kebutuhan Pasar

- Menggambarkan secara jelas kebutuhan pasar akan produk/jasa yang ditawarkan

- Menggambarkan ‘market niche’ dari produk/jasa yang ditawarkan

PELUANG DAN POTENSI PASAR

Potensi Pasar

Seberapa banyak produk/ nilai barang yang dibutuhkan pasar

- Jumlah penduduk

- Pendapatan

- Daerah/negara dibuat

Peluang Pasar

- Harga lebih murah

- Kualitas lebih baik

- ‘Produk’ baru

- Delivery lebih cepat

- Dsb

sesuatu yang lebih baik

dibandingkan dgn

‘produk’ yang telah ada

Competitor Analysis

- Berapa pesaing yang ada?

- Apa kekuatan dan kelemahan mereka?

- Apa yang mendorong kompetisi?

- Apa yang menjadi andalan mereka ?

SWOT Analysis

- Mengelompokkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bisnis menjadi :

- Faktor internal : Strength & Weaknesses (Kekuatan dan Kelemahan)

- Faktor Eksternal : Opportunities & Threats (Peluang dan Tantangan)

Strength

- Menidentifikasi kemampuan yang kita miliki untuk dapat mencapai tujuan-

Mengidentifikasi kompetensi spesial  kita (yang tidak dimiliki oleh para pesaing kita)

-Mempertahankan keunggulan bersaing (terjadi jika pesaing tidak dapat meniru kompetensi spesial kita).


Weaknesses

- Mengidentifikasi kemampuan yang belum/tidak kita miliki untuk mencapai tujuan.

- Mengidentifikasi kompetensi spesial para pesaing.

- Cara menetralisir kekurangan : mengoreksi, meminimalisasi atau menghindari !

Opportunities

-Mengungkapkan faktor peluang yang timbul di lingkungan eksternal.

-Jika peluang terlewatkan, maka besar kemungkinannya para pesaing akan memanfaatkannya

Threats

-Kondisi yang ada di luar yang dapat mempengaruhi usaha.

-Tantangan dapat dinetralisir dengan manajemen yang baik atau hindari !

-Jika tantangan yang ada sangat kuat mungkin perlu reorientasi kegiatan / usaha.

Analisa Keunggulan Bersaing

Elemen keunggulan bersaing

-potensi keunggulan bersaing : keahlian, teknologi, sumber daya dll

-posisi keunggulan bersaing : kapan, dimana dan bagaimana kita bersaing

-kinerja yang dihasilkan : kepuasan, loyalitas, market share, keuntungan

Formulasi Stategi

-Dari hasil analisa situasi diatas, perlu diformulasikan suatu strategi yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran, produksi dan pembiayaannya yang dijabarkan dalam Rencana Pemasaran, Rencana Produksi dan Pembiayaan.

-Perencanaan strategis dimulai dengan penentuan tujuan.

-Tujuan/sasaran menyatakan apa yang akan diraih & kapan hasil dapat diperoleh.

-Strategi menyatakan bagaimana hal tersebut dapat terjadi.

Production Plan

(Rencana Pengembangan & Produksi)

Memberikan penjelasan pemikiran bagaimana rencana pengembangan produk (dari saat ini) sampai ke tahap produksi akan dilakukan.

Apakah produksi dilakukan bertahap, atau produksi melalui skala pilot (semi commercial scale) dsb.

Marketing Plan
(Rencana Pemasaran)

Memberikan penjelasan bagaimana rencana produk dipasarkan, tahap apa yang akan dilakukan untuk memasarkan produk,  metoda yang dipakai dsb.

- Market size dan Struktur

- Target market

-  Target Audience

- Future target market and Opportunities

-   Promotional Plan & objectives

- Sales Forecast

Financial Plan

Memberikan penjelasan mengenai kebutuhan modal, biaya produksi, biaya lain yang dibutuhkan, cash flow, besarnya return (IRR), dan NPV dari pendanaan yang akan dikeluarkan.

Harus dikemukakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan.

Perlu mempertimbangkan beberapa skenario kejadian (best, worst case, dll).

Sangat tergantung dari rencana tindak/kegiatan yang dibuat !

Analisa Resiko

-Resiko : gambarkan resiko yang mungkin terjadi.

-Penanggulangan resiko : sebutkan bagaimana resiko tersebut akan ditangani.

Rencana Tindak / Action Plan

-Menggambarkan secara sistematis kegiatan/usaha yang harus dilakukan (termasuk jadwal kerja dll).

-Harus diperhitungkan kebutuhan-kebutuhan yang perlu dipenuhi, mis :

-Technology; Personnel ; Resource (financial, distribution, promotion,etc); External (products/ services / technology required to be purchased outside company)

-Apa isu-isu penting yang harus diselesaikan

Dokumen Pendukung :

-Sebutkan dokumen-dokumen pendukung yang dibutuhkan.

-Referensi.

-Lampiran-lampiran.

Hal yang harus dihindari dalam menyusun BP:

Tujuan dan sasaran tidak realistis.

Kegagalan untuk mengantisipasi masalah yang mungkin timbul.

Tidak adanya komitmen dari para pelaku/pembuat keputusan.

Tidak adanya ‘market niche

PERENCANAAN adalah PROSES

RESULT

Simple

PLAN Spesific                 ACTION

Realistic

Complete

FOLLOW UP


RENCANA

-Specific

-Measurable

-Attainable

-Relevant

-Timely

Manajemen Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia adalah orang yang siap, mau dan mampu mendukung tercapainya sasaran organisasi. Tenaga Kerja merupakn alat perusahaan, manusia dan warga masyarakat.

Manajemen Personalia adalah pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungna kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan , oragnisasi dan masyarakat (Flippo)

Fungsi-Fungsi yang berkaitan dengan Sumber Daya Manusia:

1. Fungsi Manajemen

a. Perencanaan

b.Pengorganisasian

c.Pengarahan

d.Pengendalian

2. Fungsi operasional

a.Pengadaan tenaga kerja

b.Pengembangan tenga kerja

c.Kompensasi

d.Integrasi

e.Pemeliharaan

f.Pemutusan Hubungan Tenga Kerja

Pengadaan tenaga kerja adalah proses untuk mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan dan yang menenuhi syarat guna mencapai tujuan perusahaan

Berbagai kegiatan dalam fungsi Pengadaan tenaga kerja antara lain:

1.Perencanaan tenaga kerja, adalah mengestimasi secara sistematik permintaan dan penawaran tenaga kerja organisasi di waktu yang akan datang

2. Penentuan jumlah tenaga kerja

a.Analisa beban kerja

b.Analaisa Tenaga Kerja

3. Analisa Jabatan, adalah prosedur untuk menetukan tugas-tugas dan hakekat pekerjaan serta jenis orang yang perlu diangkat untuk melaksanakan pekerjaan.

Hasil dari analisa jabatan:

a.Deskripsi Jabatan

b.Spesipikisasi Jabatan

c.Evaluasi Jabatan

4. Penarikan Tenaga Kerja, adalah suatu proses untuk mendapatkan calon-calon karayawan dengan jalan merangsang mereka untuk melamar pekerjaan yang lowong di perusahaan

Sumber-sumber penarikan tenaga kerja:

a.Sumber Internal

b.Sumber External

5. Seleksi Tenaga Kerja, merupakan kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang akan diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. dimana tujuan selesi tersebut adalah untuk memperoleh karyawan yang berkualifikasi tinggi, cakap dalam bekerja dengna penempatan yang tepat, terampil,dinamis dan kreatif

Proses seleksi terdiri dari :

a.Pengisian Formulir/Penyortiran lamaran yang masuk

b.Wawancara Pendahuluan

c.Psycho test

d.Wawancara lanjutan

e.Pengujian Referensi

f.Pengujian kesehatan

g.Masa orientasi

6.Penempatan,adalah usaha menenpatkan calon karyawan yang diterima pada pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan wewenang kepada calon karyawan tersebut.

7. Orientasi, merupakan kegiatan memperkenalkan kepada karyawan baru tentang seluk-beluk perusahaan.

Kesombongan Fisik

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji” Amsal 31:30

Kesombongan fisik berkaitan dengan keelokan tubuh seseorang. Biasanya orang menjadi sombong ketika menganggap tubuhnya sempurna dan mampu menarik perhatian orang.Jadi, tak heran kalau orang-orang yang merasa dirinya elok rupa, lalu lupa diri menganggap rendah orang lain.

Bodohnya lagi, ketika di masa mudanya merasa rupawan, lalu takut tua dan keriput.Kemudian buru-buru melakukan operasi plastik dan sebagainya. Orang-orang seperti ini mencoba melawan kodratnya sebagai manusia yang memiliki segala keterbatasan. Kesombongan mendorong dirinya untuk melakukan segala cara demi memuaskan nafsu kedagingan.

Apakah yang bisa kita banggakan dari keelokan rupa?tidak ada sama sekali, karena keelokan rupa hanya sedalam kulit belaka. Artinya, bahwa kecantikan atau kegagahan tak lebih dari permukaan kulit belaka. Jadi, tak ada yang menjamin bahwa kerupawanan tersebut berlangsung abadi. Semuanya akan serba terbatas. Ada yang rusak karena kecelakaan, ada yang harus mengalami penuaan, dan sebagainya.

Yang terpenting dalam hidup kita, bagaimana kita memuliakan Allah dalam segala keberadaan kita. Keelokan rupa hanya sedalam kulit, tetapi keelokan rohani (inner beauty) jauh lebih baik dan berguna bagi orang lain. Kehadiran kita menjadi berkat bagi orang lain, dan membangun dalam beriman. Keelokan rupa memang bukan sesuatu yang salah, tapi jika tidak diimbangi keelokan rohani, semua menjadi sis-sia

Sumber: Saat Teduh Harian Pribadi , edisi 90

Sejarah Perkembangan Teori ekonomi

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak-seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).


Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, οκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.


Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.


Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang dihadapkan pada pilihan-pilihan, misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama.


Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya, ia menerangkan bahwa, ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.


Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar, sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan “apa yang seharusnya dilakukan oleh para ahli ekonomi ?”.


“The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.”


Sejarah perkembangan ilmu ekonomi

Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, oleh karenanya, intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya, seperti : new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen, dkk., dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.


Metodologi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.


Sejarah teori ekonomi

Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang.

Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan antara yang bersifat “natural” atau “unnatural”. Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan un-natural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain, yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dari transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai “unnatural” dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.

Aristotle juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristotles.


Chanakya (c. 350-275 BC) adalah tokoh berikutnya. Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli’s The Prince.


Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat.

Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. Ibnu Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U).


Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire.

Selanjutnya pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu.


Karena pentingnya kedudukan sosial, aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan, pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan, material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda.


Niccolò Machiavelli dalam karyanya The Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi dalam bentuk nasehat. Dia melakukannya dengan menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. Dengan cara itu, maka negara akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa Early Modern period, mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri. Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payments. Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th, kerap disebut sebagai merchant capitalism dan mercantilism. Babakan ini terkait dengan geographic discoveries oleh merchant overseas traders, terutama dari England dan Low Countries; European colonization of the Americas; dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar negeri. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan menenggelamkan feudal system yang ada sebelumnya.


Mercantilism adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-capitalist production methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830s.Di bawah mercantilism, European merchants, diperkuat oleh sistem kontrol dari negara yang memberiikan subsidi dan memonopoli banyak sumberdaya yang akan menghasilkan banyak keuntungan dari jual-beli bermacam barang. Dibawah mercantilisme, Guilds menjadi dasar pengatur utama dari sistem ekonomi negara. Dalam kalimat Francis Bacon, tujuan dari mercantilisme adalah :

“the opening and well-balancing of trade; the cherishing of manufacturers; the banishing of idleness; the repressing of waste and excess by sumptuary laws; the improvement and husbanding of the soil; the regulation of prices…”


Diantara berbagai mercantilist theory salah satunya adalah bullionism, doktrin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals. Mercantilists berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk precious metals. Mercantilists juga berpendapat bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang dari dalam negeri, maka harus diimport dan mempromosikan subsidi, seperti penjaminan monopoli protective tariffs, untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari manufactured goods.

Para perintis mercantilism menekankan pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar negeri sebagai kebijakan utama dari economic policy. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya, maka mereka harus mendapatkan koloni dari mana mereka dapat mengambil bahan mentah yang dibutuhkan. Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Agar tidak terjadi suatu kompetisi, maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya.


Selama the Enlightenment, physiocrats Perancis adalah yang pertama kali memahami ekonomi berdiri sendiri. Salah satu tokoh yang terpenting adalah Francois Quesnay. Diagram ciptaannya yang terkenal adalah tableau economique, oleh kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang. Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi pengembangan banyak tabel dalam ekonomi modern, ekonometrik, multiplier Keynes, analisis input-output, diagram aliran sirkular dan model keseimbangan umum Walras.


Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard Cantillon, Jaques Turgot, dan Etienne Bonnot de Condillac.


Richard Cantillon (1680-1734) oleh beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai bapak ekonomi yang sebenarnya. Bukunya “Essay on the Naturof Commerce ini General” (1755, terbit setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme otomatis dalam pasar yakni penawaran dan permintaan, peran vital dari kewirausahaan, dan analisis inflasi moneter “pra-Austrian” yang canggih yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya menaikkan harga tetapi juga mengubah pola pengeluaran.


Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung laissez faire, pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan serikat kerja (guild), menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. Dia terkenal dekat dengan raja meskipun akhirnya dipecat pada tahun 1776. Karyanya “Reflection on the Formation and Distribution of Wealth” menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perekonomian. Sebagai seorang physiocrats, Turgot membela pertanian sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi. Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman yang baik tentang preferensi waktu, kapital dan suku bunga, dan peran enterpreneur-kapitalis dalam ekonomi kompetetitif.


Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun 1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat menjabat sebagai menteri keuangan. Codillac juga merupakan seorang pendukung perdagangan bebas. Karyanya “Commerce and Government“ (terbit sebulan sebelum The Wealth of Nation, 1776) mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju. Dia mengakui manufaktur sebagai sektor produktif, perdagangan sebagai representasi nilai yang tak seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat keuntungan, dan mengakui bahwa harga ditentukan oleh nilai guna, bukan nilai kerja.


Tokoh lainnya, Anders Chydenius (1729–1803) menulis buku “The National Gain“ pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut Chydenius, democracy, kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat.

Mercantilism mulai menurun di Great Britain pada pertengahan 18th, ketika sekelompok economic theorists, dipimpin oleh Adam Smith, menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya dari pengeluaran negara lainnya.

Meskipun begitu, di negara-negara yang baru berkembang seperti Prussia dan Russia, dengan pertumbuhan manufacturing yang masih baru, mercantilism masih berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru.


Pemikiran ekonomi modern biasanya dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith’s The Wealth of Nations, pada 1776, walaupun pemikir lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia barang dan pembeli akan menghasilkan kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan modalnya sehingga akan menghasilkan nilai lebih dengan tenaga kerja yang tetap. Smith’s thesis berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu. Hal ini yang biasa disebut sebagai “invisible hand” dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi pasar dan capitalism itu sendiri.


Smith adalah salah satu tokoh dalam era Classical Economics dengan kontributor utama John Stuart Mill and David Ricardo. John Stuart Mill, pada awal hingga pertengahan abad 19th, berfokus pada “wealth” yang didefinisikannya secara khusus dalam kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan price.


Pertengahan abad 18th menunjukkan peningkatan pada industrial capitalism yang memberi kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-mesin produksi. Industrial capitalism, yang dicatat oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th, menandai perkembangan dari the factory system of manufacturing, dengan ciri utama complex division of labor dan routinization of work tasks; dan akhirnya memantapkan dominasi global dari capitalist mode of production.

Hasil dari proses tersebut adalah Industrial Revolution, dimana industrialist menggantikan posisi penting dari merchant dalam capitalist system dan mengakibatkan penurunan traditional handicraft skills dari artisans, guilds, dan journeymen. Juga selama masa ini, capitalism menandai perubahan hubungan antara British landowning gentry dan peasants, meningkatkan produksi dari cash crops untuk pasar lebih dari pada yang digunakan untuk feudal manor. Surplus ini dihasilkan dengan peningkatan commercial agriculture sehingga mendorong peningkatan mechanization of agriculture.


Peningakatan industrial capitalism juga terkait dengan penurunan mercantilism. Pertengahan hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism. Laissez-faire mendapatkan momentum oleh mercantilism di Britain pada 1840s dengan persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. Sejalan dengan ajaran classical political economists, dipimpin oleh Adam Smith dan David Ricardo, Britain memunculkan liberalism, mendorong kompetisi dan perkembangan market economy.


Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith, juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja : pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit.


Pada akhir abad 19th, kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan financiers. Masa ini biasa disebut sebagai masa “finance capitalism” yang dicirikan dengan subordination proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam financial system. Penampakan utama capitalism pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan management dari industry oleh financiers berpisah dari production process; dan pertumbuhan dari complex system banking, sebuah equity market, dan corporate memegang capital melalui kepemilikan stock. Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh financial speculators. Akhir abad 19th juga muncul “marginal revolution” yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti marginalism dan opportunity cost. Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity.

Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga disebutkan segagai era “monopoly capitalism,” ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of capitalism menjadi the concentration of capital hingga mencapai large monopolistic atau oligopolistic holdings oleh banks and financiers, dan dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan pembagian labor terpisah dari shareholders, owners, dan managers.


Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi lebih bersifat statistical, dan studi tentang econometrics menjadi penting. Statistik memperlakukan price, unemployment, money supply dan variabel lainnya serta perbandingan antar variabel-variabel ini, menjadi sentral dari penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi utama dalam lapangan ekonomi. Pada quarter terakhir abad 19th, kemunculan dari large industrial trusts mendorong legislation di U.S. untuk mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini. Secara berangsur-angsur, U.S. federal government memainkan peranan yang lebih besar dalam menghasilkan antitrust laws dan regulation of industrial standards untuk key industries of special public concern. Pada akhir abad 19th, economic depressions dan boom and bust business cycles menjadi masalah yang tak terselesaikan. Long Depression dari 1870s dan 1880s dan Great Depression dari 1930s berakibat pada nyaris keseluruhan capitalist world, dan menghasilkan pembahasan tentang prospek jangka panjang capitalism. Selama masa 1930s, Marxist commentators seringkali meyakinkan kemungkinan penurunan atau kegagalan capitalism, dengan merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk menghindari akibat dari global depression.


Macroeconomics mulai dipisahkan dari microeconomics oleh John Maynard Keynes pada 1920s, dan menjadi kesepakatan bersama pada 1930s oleh Keynes dan lainnya, terutama John Hicks. Mereka mendapat ketenaran karena gagasannya dalam mengatasi Great Depression. Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan pentingnya keberadaaan central banking dan campur tangan pemerintah dalam hubungan ekonomi. Karyanya “General Theory of Employment, Interest and Money” menyampaikan kritik terhadap ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk management of aggregate demand. Pada masa sesudah global depression pada 1930s, negara memainkan peranan yang penting pada capitalistic system di hampir sebagian besar kawasan dunia. Pada 1929, sebagai contoh, total pengeluaran U.S. government (federal, state, and local) berjumlah kurang dari sepersepuluh dari GNP; pada 1970s mereka berjumlah mencapai sepertiga. Peningkatan yang sama tampak pada industrialized capitalist economies, sepreti France misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi dibandingkan United States. Sistem economies ini seringkali disebut dengan “mixed economies.”

Selama periode postwar boom, penampakan yang luasa dari new analytical tools dalam social sciences dikembangkan untuk menjelaskan social dan economic trends dari masa ini, mencakup konsep post-industrial society dan welfare statism. Phase dari capitalism sejak awal masa postwar hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut sebagai “state capitalism”, terutama oleh Marxian thinkers.


Banyak economists menggunakan kombinasi dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian macroeconomics. Kombinasi ini, yang sering disebut sebagai Neoclassical synthesis, dominan pada pengajaran dan kebijakan publik pada masa sesudah World War II hingga akhir 1970s. pemikiran neoclassical mendapat bantahan dari monetarism, dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of Chicago dan juga supply-side economics.

Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran wilayah kajian dari yang semula berbasis price menjadi berbasis risk, keberadaan pelaku ekonomi yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap ekonomi seperti biological science, lebih menyerupai norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang abstract. Pemahaman akan risk menjadi signifikan dipandang sebagai variasi price over time yang ternyata lebih penting dibanding actual price. Hal ini berlaku pada financial economics dimana risk-return tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus dibuat.


Masa postwar boom yang lama berakhir pada 1970s dengan adanya economic crises experienced mengikuti 1973 oil crisis. “stagflation” dari 1970s mendorong banyak economic commentators politicians untuk memunculkan neoliberal policy diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical liberalism dari abad 19th, terutama dalam pengaruh Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Terutama, monetarism, sebuah theoretical alternative dari Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-faire, mendapat dukungan yang meningkat increasing dalam capitalist world, terutama dibawah kepemimpinan Ronald Reagan di U.S. dan Margaret Thatcher di UK pada 1980s.


Area perkembangan yang paling pesat kemudian adalah studi tentang informasi dan keputusan. Contoh pemikiran ini seperti yang dikemukakan oleh Joseph Stiglitz. Masalah-masalah ketidak-seimbangan informasi dan kejahatan moral dibahas disini seperti karena mempengaruhi modern economic dan menghasilkan dilema-dilema seperti executive stock options, insurance markets, dan Third-World debt relief.

Kesombongan Intelektual

Ada banyak orang jenius yang terkenal di seluruh dunia. Seperti Albert Einstein, penemu teori relativitas, atau Graham Bell penemu telepon,Alfred Nobel penemu Dinamit, dan masih banyak lagi orang-orang pintar menurut ukuran manusia. Namun, apakah kemampuan intelektualitas yang tinggi juga diimbangi oleh kemampuan rohani yang kuat pula?

Sebagai orang percaya, seharusnya kita memiliki dasar rohani yang kuat dan terus bertumbuh.Namun, kita juga perlu hikmat dari Tuhan untuk memahami berbagai hal tentang dunia ini. Artinya,kita juga harus belajar dan mengenali segala sesuatu dengan menggunakan otak yang telah diberikan Tuhan.Sebab, Tuhan juga membenci orang-orang yang bodoh dan bebal.

Namun, kerap orang kian pintar kian muncul kesombongan dalam dirinya.Menganggap diri paling pintar , sehingga tak mau mendengar  perkataan orang lain. Segala sesuatunya dipertimbangkan menurut perhitungan logika belaka. Orang yang sombong secara intelektual ini, sebenarnya terjebak dalam pemahaman yang keliru tentang ilmu pengetahuan. Dalam benaknya, pengetahuan adalah segalanya. Tak heran kalau ada orang yang begitu mendewakan pengetahuannya sehingga mendorong dirinya pada pemahaman bahwa menguasai pengetahuan berarti menguasai duni ini.

Secara logika sederhana pun hal itu tak mungkin bisa terjadi. Bukankan satu pengetahuan juga berkaitan dengan pengetahuan lainnya? seorang ahli komputer juga membutuhkan manajemen, atau seorang ahli pembuatan pesawat membutuhkan kemampuan tehnik lainnya serta pengetahuan sosial . Sumber segala pengetahuan adalah Allah sendiri. Jadi, sangat naif kalau kita menyombongkan diri, apalagi sampai mendukakan hati Allah.

” Takut Akan Tuhan Adalah Permulaan Hikmat”

Sumber:Saat teduh harian Pribadi, Edisi 90/IX/Februari

Tuhan LENGKAPI Kebahagiaanku lewat kelahiran Putra Kami

Aku mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat kasih & anugerahNya yang sangat indah dalam kehidupanku. “Hari esok harus lebih baik dari hari ini”, motto ini semakin nyata dalam perjalan hidup.

Antony Putra Nababan with kedua Namborunya (Tantenya)

Antony Putra Nababan with kedua Namborunya (Tantenya)

Antony Putra Nababan

Antony Putra Nababan

perencanaanku yang kutata rapih sejak aku menginjak dewasa perlahan terwujud, semua tiba indah pada waktunya walaupun aku harus melintasi beribu rintangan. Kalau aku kembali merenungkan siapakah aku? darimana aku?mau kemana aku? serta kondisi ekonomi orang tua yang tidak mendukung, mustahil aku bisa seperti saat ini. Tapi berkat doa ibuku, motivasi keluarga besarku, sahabat-sahabatku, keputusasaan itu aku buang jauh-jauh, bagiku; tidak ada yang mustahil bagi Tuhan asalkan kita mau berusaha, Tuhan juga pasti bukakan jalan.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tetang apapun juga, tetapi nyatakanlah kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”(Filipi 4:6)

Sofia Margaret (Saat hamil Antony 7 bln)

Sofia Hutapea (Saat hamil Antony 7 bln)

Livia Nababan (2 years)

Livia Nababan (2 years)

Dulu pernah aku rencakan bahwa pada saat usiaku 30 (tiga puluh) tahun aku sudah harus bisa mewujudkan beberapa impianku, karena bagiku usiaku pada angka tersebut merupakan penentu untuk misi berikutnya. Puji Tuhan impian itu perlahan jadi kenyataan, pada usiaku saat ini aku dapat menyelesaikan study yang aku rencanakan , membangun karir dan merintis  usaha yang aku impikan, Menikah,  hingga pada usiaku saat ini Tuhan melengkapi kebahagian rumah tanggaku lewat anak, yang Tuhan anugerahkan kepada rumah tangga kami. Setelah Tuhan memberikan kami Seorang Putri yang kini usianya sudah 2 (dua) tahun , hari ini pula Tuhan melengkapi kebahagiaan kami lewat kelahiran Putra kami pada hari minggu tanggal 25 Januari 2009, berat badan 3,5 kg & panjang 51 cm, yang kami beri nama Antony Putra Nababan. Terimakasih Tuhan

HKBP Cengkareng

HKBP Cengkareng

100_0359

Jadilah Pemenang tanpa Mengalahkan Orang lain

Pagi ini hujan deras mengguyur condet sekitarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 wib. Akupun sudah harus prepare mau kekantor. Baru saja aku mengeluarkan kendaraan dari Garasi, pasangan suami-istri melintas di gang depan rumahku, mereka melaju  dengan kecepatan tinggi hingga menabrak kendaraan ku, Tanpa merasa bersalah pasangan suami istri ini ngotot menatapi ku. Walaupun aku tidak salah aku tetap minta maaf untuk kejadian ini,

” Maaf… Maaf ya !!!!”

namun yang terjadi pasangan suami istri ini makin melunjak seakan mereka tidak  salah. Astaga…. sudah salah ngotot pula, pikirku dalam hati. Akupun tidak mau meladeni orang tersebut karena memang yang aku lihat sepeda motonya juga tidak apa-apa, tapi disepanjang gang menuju jalan raya si istri pengendara motor ini pun terus memelotiku sambil menggerutu. Aku hanya bisa tersenyum dan berdoa dalam hati ” Ya Tuhan ampuni orang ini”

Hal penting yang dapat kupetik dari kejadian ini, aku menarik  kesimpulan bahwa orang seperti ini, selain  tidak disiplin juga orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, perilaku seperti ini biasanya dilingkungan kerja pun merupakan orang yang tidak profesional dan tidak bertanggungjawab, sebab seorang profesional mengemudikan kendaraannya secepat mungkin tanpa membahayakan dirinya sendiri apalagi diri orang lain. Demikian halnya dalam bisnis, seorang entrepreneur boleh saja menjalankan  bisnis, menguasai pangsa pasar dengan strategynya sendiri, mencari laba sebesar-besarnya tetapi jangan mencelakakan bisnis orang lain, jadilah pemenang tanpa mengalahkan orang lain

Tahun baru Tanpa Istri & Anakku

lintong nababanSepanjang tahun 2008 memang tahun yang melelahkan bagiku. Ketikpastian politik dan kondisi ekonomi negeri ini mengharuskanku banting stir mengelola bisnisku. Mulai dari mengelola Sumber Daya Manusia, memperluas jaringan distribusi, menyiapkan kontrak kontrak kerja, meningkatkan pangsa pasar, memperbaiki manajemen system hingga efisiensi pada tiap divisi guna pencapaian maximum profit.

Semua hal ini menguras tenaga dan pikiran, bahkan pertengan bulan juli akupun harus menjalani ok name ketiga kalinya di Rumah Sakit akibat penyempitan bilik jantungku yang semakin tidak bersahabat, hingga hari ini aku harus rutin menjalani terapi jantung.

Menjelang pertengahan oktober 2008 kembali aku menghadapi kesulitan besar akibat krisis global, transaksi bisnis macet total, rasio likuitas bisnisku menurun drastis dimana efek dominonya sampai penghujung tahun 2008.

Kejenuhan pun makin aku rasakan hingga timbul keputusasaan, aku mulai jauh dari Tuhan, tidak lagi bersaat teduh dan doa malam,bahkan ke gereja pun malas-malasan.

Perubahan ku mulai dapat respon dari istriku, yang sebelumnya tidak mau ikut campur untuk urusan pekerjaan, kali ini dia berusaha untuk tau apa yang terjadi sebenarnya. Namun suasana hati yang kurang baik mendorong keputusanku untuk tidak merayakan penggantian Tahun 2008 bersama dengan Istri, anak dan keluarga besarku yang mayoritas berdomisili tinggal di Jakarta, hingga pada tanggal 31 desember 2008 aku memutuskan pulang ke tapanuli tanpa tujuan yang jelas. Penggantian malam tahun baru pun tidak aku rasakan, bahkan sangat –sangat jauh dari Tuhan, tahun 2008 berlalu tanpa aku berdoa dan mengucap syukur.

Livia Mayliana Nababan01 Januari 2009 kira-kira pukul 07.30 wib aku terima telepon dari istriku dan ngucapin “Pa… Selamat Tahun Baru ya, ucapan dari anakku yang sedang lucu-lucunya pun menyusul” Aku mulai sadar betapa lemahnya imanku, baru persoalan seperti ini saja aku sudah kalah, saat itu aku mohon ampun kepada Tuhan dan berdoa “ Tuhan ampuni aku, berikan aku pengetahuan, pengertian dan Hikmat, trimakasih untuk nikmat kasihmu”

Sofia HutapeaSiang hari aku pun bersih-bersih kamar tidur di rumah orang tuaku, di lemari aku menemukan agenda harianku yang tertinggal di saat aku pulang kampung bulan oktober 2008 yang lalu. Aku menemukan lembaran catatan yang berisikan ringkasan khotbah, “ Percobaan percobaan yang kamu alami adalah percobaan yang tidak melebihi kekuatan manusia, Sebab Allah Setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampau kekuatanmu” (1 Korintus 10:13)

Selain ringkasan khotbah, aku juga menemukan lembaran motivasi yang kukutip beberapa bulan yang laluHappiness is when what you think, what you say, what you do are in a harmony”

Dua catatan ini sangat menggugah pikiran ku untuk kembali menyadari apa yang aku alami akhir-akhir ini adalah tidak ada apa-apanya dibandingkan kuasa Tuhan, aku menyadari bahwa untuk setiap kesulitan yang aku alami Tuhan selalu memberikan aku jalan keluarnya. Tuhan itu sungguh baik.

“MENGAPA SAYA BELUM SUKSES ?”


Pada hari Sabtu pagi yang cerah, terlihat seorang bapak sedang kesal dengan seorang montir di sebuah bengkel di daerah Taman Galaxy kalimalang. Pasalnya apa yang telah dikerjakan montir tersebut hari kemarin tidak membawa hasil yang menggembirakan.
“Mana katanya sudah  bener dan bisa irit bensin.” Bentaknya

Sang montir hanya garuk-garuk kepala, karena biasanya setelannya untuk menghemat bahan bakar bisa cespleng alias manjur. Dia bingung kenapa setelannya kali ini tidak berdampak pada hematnya bahan bakar di mobil Pak Daniel , pelanggan benkelnya. Parahnya lagi Pak Daniel jadi sewot dan mencak-mencak. Tetap saja tidak bisa menerima apa yang disampaikan sang montir.
“Bapak tidak main n gegas-ngegas kan kalau nyopir?” Tanya montir
“Aaah! Kamu ini cari alasan saja. Sudah dibayar mahal. Nggak ada hasilnya lagi! Mana Boss mu!” Bentaknya


Mereka pun menuju ruang manager bengkel, dan menceritakan kejadian yang dialami.
“Memang dulu mobil bapak berapa kilo per liter?” Tanya manager bengkel
“Nggak tahu?” jawab Pak Daniel
“Sekarang?” tanya manager bengkel lagi.
“Wah! Nggak tahu juga.” Jawabnya
“Kok bapak bilang mobil bapak jadi boros?”
“Dulu saya isi Rp. 50.000 bisa lima hari, sekarang hanya tiga hari” Jawabnya bersungut-sungut.


Manager bengkelpun tersenyum dan bahkan hampir tertawa.
“Bapak tahu kalau BBM sekarang naik?” tanya manager bengkel pada pak Daniel.
“Ya ampuuun! Oh iya-ya! Saya selalu mengisi bensin Rp. 50.000,-. Tidak pernah melihat berapa liter saya dapat. Jadi bukan mobil saya yang menjadi boros namun harga bensin yang naik. Aduh Goblok bener saya ini. Maaf-maaf. Ok saya pamit dulu. Maaf ya mas!” Pak daniel pun minta maaf pada motir yang sudah terlanjur dimaki-maki.
Sahabat sukses! Betapa kesalahan diagnosa suatu masalah, bisa berakibat sangat fatal, boros dan melelahkan. Ketajaman mendiagnosa sangat diperlukan. Siapapun anda. Anda sering melihat kasus salah diagnosa pada dokter dan berakibat sangat serius.


Lalu bagaimana dengan diri anda sekarang? Anda merasa berjalan ditempat? tidak bergerak kemana-mana, serta perubahan kehidupan anda tidak mengalami hal-hal yang baik. Kecenderungan kebanyakan orang akan mencari 1001 alasan untuk justifikasi dan menyalahkan orang. Ini adalah diagnosa yang paling FATAL yang mengakibatkan anda tidak akan ada berbaikan. Tidak akan ada perubahan.

Diagnosa dengan benar dan jujur, maka anda akan menemukan obat dan tindakan yang tepat. Sekarang saatnya anda melakukan diagnosa diri. Tanyakan pada diri anda dan buatlah daftar jawabannya.
“MENGAPA SAYA BELUM SUKSES ?”

Cerita by: Deasy Erintan S

Saling Membangun

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Roma 14:19)

Dalam pacaran acapkali kita menempatkan momen ini hanya sekedar pengisi waktu atau menonjolkan segi penampilan. kita kurang menyadari apa sih tujuan kita berpacaran. Itu sebabnya sebelum kita berpacaran, kita perlu tahu dulu hal yang perlu dibangun sebelum berpacaran.

Pertama: Kerohanian

Membangun sikap takut akan Tuhan merupakan kemutlakan bagi anak muda. Bila kerohanian pacar kita telah terbentuk, kita tak perlu kuatir tentang bagaimana sikapnya terhadap kita kelak. Sebab takut akan Tuhan, membuat pacar kita bersikap sopan kepada kita.

Kedua: Harga Diri

Secantik-cantiknya seseorang, buila harga dirinya telah anjlok, dia akan dipandang remeh orang lain bahkan pasangannya sendiri. Bukanlah proses saling membangun, bila sesama pasangan melakukan hubungan seks di luar nikah. Hubungan seks pra nikah nampaknya akan mempererat suatu hubungan, namun arahnya adalah kehancuran.

Ketiga: Masa Depan

Meskipun masih dalam taraf berpacaran, tetapi bukanlah kekeliruan bila keduanya mulai merancang masa depan. Dan masa depan tak pernah lepas dari kata belajar. Alangkah tidak bijaksananya, bila kita lebih cendreung mengajak pasangan kita selalu keluyuran ketimbang mendorong untuk belajar bekerja keras.

Kaum muda, tidak sedikit rumah tangga yang emngalami keretakan akibat selama berpacaran tidak menitikberatkan pada persiapan diri atau saling membangun. Karena kurang persiapan, akhirnya mereka bingung ketika menghadapi tuntutan zaman. Sahabat muda jangan terjebak dengan gaya berpacaran ala dunia yang hanya sekedar untuk senang-senang. Sangat berbahaya bila kita memasuki jenjang pernikahan dalam kondisi mentah. Sebab itu kita perlu melewati beberapa tahap pacaran, karena kemajuan tidak mungkin terjadi bila tidak melawati tangga pertama

Dikutip dari : Renungan Harian Pemuda & Remaja

TOLONG, MAAF & TERIMA KASIH


Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur.

Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya.

Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.”

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.

Pembaca Yang Budiman ,

Tiga kata “terimakasih, maaf, dan tolong” adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Mudah2an 3(tiga) suku kata ” Maaf, Tolong dan Terimakasih ” bermanfaat bagi kita semua


Sumber:Sinur Maida Siahaan,Alumni SMUN 1 Balige 1997

Keberhasilan hidup tidak dapat diukur dengan materi

Dua minggu yang lalu, aku bertemu dengan seorang sahabat lama, sejak sepuluh tahun yang lampau kami sudah saling kenal dan sama-sama bekerja di tempat kerjaku saat ini. Namun pada tahun ketiga dia mengundurkan diri dan pindah ke perusahaan lain yang menurutnya lebih layak, sedangkan aku tetap bekerja di kantorku saat ini dengan pendapatan secukupnya.

Setelah panjang lebar cerita tentang pengalaman dan perjalanan bisnisnya, ternyata dia juga mengikuti terus perkembanganku, menurutnya, dia begitu bangga sekaligus kecewa dengan aku. Dia bangga sebab aku setia dengan pekerjaanku, dia bangga dengan keahlianku , pendidikan dan kempuan managerialku, dia bangga dengan jabatanku, tetapi dia juga kecewa sebab aku masih idealis seperti dulu sehingga tidak memiliki perkembangan ekonomi yang signifikan.

Aku memang tidak memiliki harta sebanyak yang dia miliki, aku tidak memiliki mobil sebagus mobil dia, menurutnya potensi yang saya miliki dasyat! tetapi LAGI-LAGI SOAL EKONOMI, menurutnya aku jalan di tempat.

Mendengar penilaiannya, aku maklum dan aku berusaha untuk berjiwa besar,lalu apa salah jika aku setia dengan pekerjaanku? apa salah jika aku jujur dalam kekuasaanku? mungkin bagi sebagian orang salah. Tetapi buat aku semua hal yang aku lakukan bukan kekeliruan, sebab buat aku ukuran orang berhasil atau tidak adalah relatif. Menilai orang berhasil atau tidak sesorang harus bertanya dulu tentang apa yang ia cari di dunia? kalau orang tersebut menjawab mencari kekayaan lalu tidak mendapatkannya maka ia gagal.

“Manusia perlu materi, tapi tidak semua berjuang hanya mencari harta semata mata.”

Perbincangan kami pun berlanjut, lalu aku sedikit berfilosofi tentang apa arti tujuan hidup dan pekerjaan. buat aku pekerjaan itu adalah anugrah yang lewat pekerjaan tersebut aku diberikan berkah, sehingga pekerjaan itupun harus kita lakukan dengan suka cita dan penuh ucapan syukur kepada Tuhan. Sedangkan Jabatan itu adalah amanah dimana aku diberi hak dan kekuasaan untuk menjanga, merawat dan mengembangkan organisasi yang aku pimpin. Tetapi bukan berarti karena aku berkuasa aku jadi bisa sesuka hatiku mengambil dan menyalah gunakannya. ooo tentu itu salah…. itu dosa besar jika kita mengambil yang bukan hak kita. Akupun berfikir apa yang aku miliki hanyalah sebuah titipan yang kapan saja bisa diambil sama yang punya, oleh karena itu akupun harus setia  memeliharanya agar dapat berkembang dan berbuah.

INSPIRASI

ada seorang tukang kebun yang dipercaya tuannya menjaga kebun, tukang kebun ini pun setia menjaga dan merawat. Suatu saat tuannya datang dan melihat bahwa kebunnya sudah berbuah, lalu tukang kebun diminta untuk mengambil satu buah yang manis buat tuannya.

Tukang kebun pun menuruti perintah tuaannya, buah pertama diambil tetapi buah tersebut belum matang,buah kedua diambil lagi tetapi buah tsb asam, buah ketiga diambil tapi lagi-lagi buah tersebut asam..

Lalu tuannya pun memanggil tukang kebun itu, kamu sudah lama bekerja di kebun ini tetapi kamu tidak tau mana buah yang manis? tanya tuannya! lalu tukang kebun menjawab MAAF TUAN AKU MEMANG SUDAH LAMA BEKERJA DIKEBUN INI TAPI AKU TIDAK TAU  MANA BUAH YANG MANIS, KARENA AKU SENDIRI TIDAK PERNAH MENCICIPINYA.

Tuannya pun kagum… lalu memberi tukang kebun tersebut buah yang manis.

Sahabat suksess… jadilah seperti tukang kebun ini…

Tuhan Memberkati..

Office boy pun bisa jadi Inspirasi

Namanya Rusdi! Seorang office boy yang bekerja dikantor tempat kerjaku. Lajang usia seperempat abad terpaksa bekerja sebagai office boy karena pendidikannya yang tidak memadai, pemuda ini tidak lulus SD karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mendukung. Awalnya pemuda ini bekerja dikantorku sebagai tukang packing di gudang, terkadang beliau diajak kurir yang lain keliling Jabotabek mengantarkan paket kiriman., namun pekerjaan ini tidak berlangsung lama yang akhirnya kira2 awal Januari 2007 pemuda ini saya tugaskan sebagai office boy. Orang nya tekun, rajin dan ramah.

Ada yang menarik dari pemuda ini, sekalipun orangnya tidak berpendidikan namun penampilan dan attitude nya tidak kalah dengan karyawan yang  berpendidikan tinggi, tutur kata dan loyalitasnya terhadap perusahaan patut dipuji.

Ketika saya sedang asyik memeriksa laporan kerja harian dari staff, tiba-tiba pemuda ini mengetok pintu ruang kerjaku.silahkan masuk sahutku! rusdi pun masuk keruang kerjaku dan menyuguhkan secangkir teh manis hangat, pada hal aku tahu hari ini bulan puasa dan semua karyawan di kantor ku emang puasa hanya aku sendiri yang berbeda keyakinan dengan mereka.

Silahkan di minum pak!!! begitu dia menawarkan

“Ya terimakasih! hari ini kan bulan puasa? kamu koq malah buatkan teh manis? emang kamu ga puasa?”

Saya puasa pak! tapi bapak kan tidak, bukan berarti karena saya puasa jadi saya tidak boleh membuat teh buat bapak.

Sejenak aku termenung…

lalu beliau pamit………. permisi pak!!!!

Silahkan… terimakasih yah.. sahutku sekali lagi

Ketika beliau meninggalkan ruang kerjaku, satu lagi sifat emas yang aku lihat ada pada diri rusdi, ia tidak egois, ia tidak fanatik, sekalipun dia berpuasa dia tetap peduli sama umat lain yang tidak menjalankannya, sekalipun dia tidak pernah menginjak bangku sekolah namun dia tetap memiliki etika. Alangkah indahnya sifat seperti ini, seandainya saja kita semua bisa bersifat seperti rusdi ini, yang tidak mementingkan dirinya sendiri, seorang karayawan rendahan, seorang yang tidak berpendidikan namun bisa jadi sumber inspirasi bagi orang2 besar.

Pemenang Bukanlah orang yang tidak pernah gagal

Pernahkah melihat orang lomba lari? peserta lomba akan berlari pada jalur yang ditetapkan dengan sekuat tenaga, bahkan nggak peduli sama sekitarnya.Tak jarang para  pelaripun ada yang terjatuh.Tapi hal ini tidak akan jadi halangan buat sang pelari terus meraih kemenangan.Pelari sejati akan bangkit dari kejatuhannya dan melanjutkan pertandingan meski terluka.Yang jadi tujuan akhir adalah menang

Sadar atau tidak kalo kita juga sedang menjadi pelari dalam pertandingan hidup? dalam perlombaan ini, ada kalanya kita mengalami kegagalan. tergantung kita apakah mau jadi orang yang gampang menyerah atau disebut pemenang? orang yang gampang menyerah dalam kata lain bisa disebut pecundang.Coba kita ingat Thomas Alpha Edison, apakah dia pernah gagal? ya tentu tapi dia bukan pecundang. Buktinya dia mau bangkit berusaha sampai berhasil menjadi penemu bola lampu.

Jika kita saat ini gagal jangan putus asa, tanggalkan masa lalu, bangkit dan mulai dengan semangat yang baru untuk meraih kemenangan yang tertunda. Hidup itu seperti roda kadang dibawah kadang diatas, tapi bagi anak-anak Tuhan filsafat itu tidak berlaku percayalah bahw akita lebih dari pemenang.

Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita ( Ibrani 12:1)

Pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang tidak pernah berhenti mencoba, bangkit dan berusahalah.

Dikutip dari: Renungan remaja & pemuda

Kekuatan Dalam Kelemahan

Setiap orang punya kelemahan, kekurangan dan ketidak sempurnaan! Kekurangan atau kelemahan itu bisa secara fisik,emosi,intelektual maupun kejiwaan. Kelemahan atau kekurangan secara emosi dapat berupa trauma, pengalaman yang menyakitkan atau keterbelakangan. kelemahan atau kekurangan secara intelektual dapat berupa kurang mengeyam pendidikan yang tinggi, tidak menguasai bidang ilmu tertentu, dll. Sebenarnya, tidak ada orang yang super pandai atau maha tahu. Kita juga dapat memiliki keadaan yang tidak dapat kita kendalikan seenak kita, misalnya keterbatasan keuangan atau keterbatasan hubungan atau informasi

Bagaimana menyikapi kelemahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan kita?

1. Akuilah kelemahan anda

Kita harus jujur dengan diri kita. Kenali dan akuilah kelemahan, kekurangan dan ketidak sempurnaan kit, jangan menghindar atau menutup-nutupinya. Jangan menyangkali atau mencari cari alasan untuk membenarkan diri. Apa yang menjadi kelemahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan anda?

2. Terimalah kelemahan anda

Mungknin pada awalnya susah untuk menerima kelemahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan diri sendiri. Hal ini terjadi karena kita selalu mengukurkan diri kita dengan kelebihan orang lain, padahal mereka pun juga mempunyai kelemahan juga. Percayalah Allah dapat memakai anda bagi kemuliaanNya apa pun juga keberadaan anda. Bhakan firman Tuhan berkata” Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang2 yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia,dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti,dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah “(1 Kor 1:27-29)

Sumber: Renungan Interaktif

Memenangkan pasar dengan cara menghargai pelanggan

Pernah dikatakan bahwa kita sekarang hidup dalam era revolusi industri kedua, tetapi revolusi baru ini bukan digerakkan oleh mesin uap, melainkan oleh informasi. Dan sebagaimana pada revolusi yang pertama, keberhasilan yang relatif akan ditentukan oleh kemampuan menangani daya penggeraknya. Tidak diragukan lagi bahwa kebutuhan masa sekarang ini adalah kebutuhan akan keterampilan konseptual, yaitu kemampuan untuk memproses informasi dan membuat penilaian                                                                             Robin M.Hogarth

Ada kepedulian yang dimiliki oleh banyak orang dalam komunitas bisnis. Penciptaan suatu lingkungan di mana para manajer di santero perusahaan bisa menyelidiki pasar mereka, bisa memuaskan rasa ingin tahu mereka dengan pengetahuan pasar yang tepat, dan bisa membuat keputusan yang berakar pada pengetahuan.

Berikut ini Tips memenangkan pasar dengan cara menghargai pelanggan

1. Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingn diperlakukan

2. Pergunakan pujian, perbanyak pujian dan orang lain akan menanggapinya secara positif

3.Bersikap tulus, kepercayaan pelanggan tergantung pada ketulusan anda

4.Jadilah seorang teman, seorang teman mengenali temannya

5.Sebut nama pelanggan, setiap orang suka di kenal

6.Tersenyumlah, cara paling baik mendengarkan apa yang dikatakan pelanggan

7.Mendengar, cara paling dekat antara dua

8.Memberi, pelanggan akan melihat apa yang diterima

9.Berfikir tentang “anda” daripada “saya”, gunakan kata ini secara sadar jagalah rasa humor anda

10.Beri perhatian kepada pelanggan, tindakan lebih baik daripada kata-kata

Pacaran yang sehat……. (Sambungan)

“Sebelum anda membaca Alinea ini sebaiknya anda Baca terlebih dahulu artikel  sebelumnya (masa remaja adalah masa transisi)”

Pacaran adalah masa perkenalan antara dua pribadi secara khusus dengan tujuan pernikahan. dikatakan khusus karena pacaran bukan sekedar masa perkenalan. Dua pribadi yang berlawanan jenis sexuilnya mengambil sikap dan keputusan untuk mengkhususkan hubungan antara mereka berdua. Meningkatkan hubungan dalam pengalaman interaksi yang semakin lama semakin pribadi sifatnya untuk mencapai tujuan bersama dalam pernikahan

Pacaran tidak sama dengan masa perkenalan/pra pacaran (frienship)

pra pacaran adalah kebutuhan yang hakiki dari setiap manusia sebagai mahluk sosial, manusia sejak lahir membutuhkan sesamanya. kebutuhan sosial itu harus berkembang hingga pada satu phase seorang muda mengambil sikap dalam pergaulan pra pacaran.

phase remaja ditandai dengan munculnya kematangan sexuil dan gejala kematangan fisik ini ditandai dengan munculnya tingkahlaku sexuil yang baru. seringkali remaja melihat dan menginginkan lawan jenisnya semata-mata sebagai objec pemuasan sexuilnta saja. Orientasinya adalah bagian tubuh yang bisa memuaskan kebutuhannya tidak pada pribadinya secara utuh.

ada dua penjelasan mengenai ketidak normalan terjadi karena dosa

1. Hubungan laki-laki dan perempuan adalah hubungan yang seutuhnya.seks adalah perlengkapan dan alat sosial yang menyatukan lak-laki dan perempuan

2. Dosa membuat manusia  tidak membina hubungan sosial seutuhnya. sekks sebagai alat pelampiasan nafsu.

Phase pra pacaran adalah phase yang paling kritis dan menentukan dimana tanpa bimbingan dan pengenalan yang benar akan firman Tuhan remaja bisa jatuh dalam kesalahan yang fatal.

jadi ada hal-hal yang harus diperhatikan:

1.Kontrol perasaan (instinct)

perasaan bukan dasar utama dalam memilih pasangan. remaja perlu disadarkan bahwa pergaulan mereka mempunyai tujuan pernikahan dan pernikahan adalah sesuatu yang permanen.Pernikahan tidak dapat didasarkan atas instinct rasa suka yang relatif sifatnya dan gampang berubah

2. membutuhkan pimpinan Tuhan

Remaja yang membutuhkan pimpinan Tuhan adalah remaja yang menyadari bahwa keinginan hati tidak selamanya baik dan benar.

Membutuhkan pimpinan Tuhan adalah menyadari bahwa hidupnya milik tuhan dan sedang dalam proses untuk menjadi serupa dengan Kristus (Roma 8:29-30)

Setelah melalui phase pra pacaran yang baik, seseorang akan merasakan pimpinan Tuhan dan berani mengambil keputusan berpacaran dengan seorang saja. Jadi pergaulan, pacaran dan pernkahan adalah proses kematangan hidup yang dipersipakan untuk melakukan perbuatan yang baik

Masa remaja adalah masa transisi

Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa.Transisi adalah jembatan antara dua tahap hidup yang berlainan. Dan tercakup dalam transisi adalah proses perubahan ketika satu tahap berakhir dan tahap yang lain akan mulai.

Biasanya setiap perubahan membawa unsur resiko, rasa tidak aman, hal yang baru.dll

Bagi sebagian anak muda, masa remaja adalah masa krisis. Bagi sebagian yang lain, perkembangan masa remaja mereka agak lancar, tetapi secara umum masa remaja merupakan masa transisi paling sulit dalam hidup. Perubahan fisik, emosional, tingkahlaku,pikiran dan harga diri inilah yang membuat anak muda mengalami krisis identitas dan mentukan pilihan-pilihan yang mereka ambil.

Pilihan-pilihan moral dilakukan agak dini pada masa kini, pilihan itu termasuk seks, obat-obatan, teman-teman, dan minuman keras.

Bersambung…………………..

Waspadalah!!!! ”Kupon Undian Fiktif dari PT WINGS SURYA PRATAMA masih beredar”

Hari rabu 03/9/2008 ,Jam menunjukkan Pkl.20.00 mertuaku yang tinggal di Dumai, Provinsi Riau nelepon memberitahukan bahwa “Inang” (panggilan untuk mertua perempuan) dapat kupon undian dari Wings Surya Pratama (deterjen merk wings) dengan hadiah 1 buah kijang Inova, dalam kupon diberitahukan:No.pemenang 34081/S/II/2008.No PIN:BCL 81

dikeluarkan di Jakarta tgl 07 Jan 2008 TTd, direktur Utama PT.Wings Surya Pratama, Notaris, Kapolda Metro Jaya dan Dep Keuangan RI.

Alamat: PT.WINGS SURYA PRATAMA.Jl.Gatot Subroto Kav 47 Gedung Graha Pratama Lt5.Telpon 021-68765382 .Suara konsumen: 0889119220

dalam pembicaraan, saya diminta mertua cek kebenaran kupon tersebut, tanpa ngomong panjang lebar saya bilang sama mertua bahwa itu fiktif alias Bohong, karena kupon seperti ini sudah tidak asing lagi dipendengaranku, cerita yang sama juga sudah pernah di tulis di Media Konsumen bulan Nopember 2007, hadiah nya sama : “KIJANG INOVA”

yang saya sesalkan kenapa Undian kupon berhadiah seperti ini masih berkeliaran, padahal berita ini sudah cukup lama, sudah berapa banyak korban penipuan dengan iming2 hadiah Kijang Inova? coba kita bayangkan berapa banyak ibu-ibu rumah tangga yang menggunakan deterjen merk ”wings”. dan berapa banyak dari mereka yang kurang pengetahuan yang akhirnya jadi korban penipuan?

apakah tidak ada upaya pemerintah atapun dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia untuk menidak tegas para pelaku?

dari beberapa berita yang beredar untuk kasus yang sama dihimbau kepada para konsumen deterjen merk wings, WASPADALAH jangan sampai anda korban

Ontologi

Ontologi

Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret.

Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum membedaan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal daru satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri).

Hakekat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang:

1. Kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak ?.

2. Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.

Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.

Beberapa aliran dalam bidang ontologi, yakni realisme, naturalisme, empirisme

Istilah istilah terpenting yang terkait dengan ontologi adalah:

* yang-ada (being)

* kenyataan/realitas (reality)

* eksistensi (existence)

* esensi (essence)

* substansi (substance)

* perubahan (change)

* tunggal (one)

* jamak (many)

Ontologi ini pantas dipelajari bagi orang yang ingin memahami secara menyeluruh tentang dunia ini dan berguna bagi studi ilmu-ilmu empiris (misalnya antropologi, sosiologi, ilmu kedokteran, ilmu budaya, fisika, ilmu teknik dan sebagainya).

Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem Pengendalian Manajemen

1. Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu mengejawantahkan / menerjemahkan antara lain :

b. Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi berjalan secara efisien, efektif, dan produktif.

c. Kebijakan dalam menentukan tolok ukur di atas.

d. Apreasiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.

Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.

8

Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih mengarah ke berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan organisasi terpenuhi. Jadi sitem pengendalian manajemen dapat diterapkan pada berbagai bentuk organisasi, sebab hakikatnya setiap organisasi mempunyai komponen sama, yaitu :

a. W = Work (Pekerjaan)

b. E = Employe (Tenaga Kerja)

c. R = Relationship (Hubungan)

d. E = Environment (Lingkungan)

Sistem pengendalian manajemen dapat dikatakan sebagai pengetahuan “teoritis-praktis.” Karena itu dalam SPM akan lebih mudah mencernanya kalau dalam mempelajarinya senantiasa membayangkan dan mengakitkannya dengan perilaku manusia dalam kehidupan organisasi / perusahaan.

Beberapa definisi sistem pengendalian manajemen : Edy Sukarno menyatakan :

“Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem terintegrasi antara proses, strategi, pemrograman, penganggaran, akuntansi, pertanggungjawaban, yang hakikatnya untuk membantu orang dalam menjalankan organisasi atau perusahaan agar hasilnya optimal.”

Sedangkan Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management Control System mengungkapkan :

“Management control is the process by which managers influence other members of the organization to implement the organization’s strategies.”

Sistem pengendalian manajemen mempunyai beberapa ciri penting, yaitu :

a. Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan seluruh organisasi, termasuk pengendalian terhadap seluruh sumber daya (resources) yang digunakan, baik manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian tujuan organisasi dapat berjalan lancar.

b. Pengendalian manajemen bertolak dari strategi dan teknik evaluasi yang berintegrasi dan menyeluruh, serta kurang bersifat perhitungan yang pasti dalam mengevaluasi sesuatu.

c. Pengendalian manajemen lebih berorientasi pada manusia, karena pengendalian manajemen lebih ditujukan untuk membantu manager mencapai strategi organisasi dan bukan untuk memperbaiki detail catatan.

Oleh sebab itu dalam pengendalian manajemen, peranan pertimbangan-pertimbangan psikologis lebih dominan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas, dapat diketahui bahwa tugas terpenting dari manajemen melalui pengendalian manajemen adalah beusaha mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Agar tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik, pada tahap pertama manajer harus memutuskan, apa yang akan dicapai oleh organisasi dan cara untuk mencapainya, lewat keputusan ini akan diketahui seperangkat tujuan organisasi dan strategi menjadi sejumlah kebijakan-kebijakan yagn dapat menuntut arah, maupun program-program kegiatan untuk tercapainya tujuan tersebut. Setelah keputusan-keputusan tersebut dibuat, maka pengendalian manajemen mulai bertugas untuk memastikan bahwa kehendak manajemen telah dilaksanakan oleh seluruh organisasi.

  1. Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen

a. Fungsi Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen merupakan usaha yang tersistematis dari perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan cara membandingkan prestasi kerja dengan rencana dan membuat tindakan yang tepat untuk mengoreksi perbedaan yang penting.

Pengendalian biaya yang efektif akan tergantung pada komunikasi yang baik antara informasi akuntansi dengan manajemen. Dengan membuat laporan prestasi kerja, controller memberikan saran kepada berbagai tingkat manajemen mengenai tindakan perbaikan yang diperlukan dalam suatu kegiatan. Laporan bisa berbentuk pernyataan langsung ataupun tertulis dari kontroller kepada tingkat manajemen perusahaan yang berisikan laporan penyimpangan dari rencana yang telah ditentukan, sesuai dengan prinsip manajemen berdasarkan penyimpangan. Laporan ini selain laporan penyimpangan rencana (jika ada) juga memberikan laporan prestasi kerja yang telah dicapai oleh para pekerja.

b. Sistem Pengendalian Manajemen Mempunyai Unsur-Unsur :

1) Detektor

2) Selektor

3) Efektor

4) Komunikator

Unsur-unsur ini satu sama lain saling berhubungan dan membentuk suatu proses kerja. Proses yang terjadi berawal ketika detektor mencari informasi tentang aktivitas. Detektor ini dapat berupa sistem informasi baik formal maupun informasi, yang menyediakan informasi kepada pimpinan mengenai apa yang terjadi di dalam suatu aktivitas.

Setelah informasi diperoleh, aktivitas yang terekam didalamnya dibandingkan dengan standar atau patokan berupa kriteria mengenai apa yang seharusnya dilaksanakan dan seberapa jauh perlunya pembenaran.

Proses perbaikan dilaksanakan oleh efektif, sehingga penyimpanan-penyimpanan diubah agar kegiatan kembali mengikuti kriteria yang telah ditetapkan. Begitulah proses pengendalian manajemen, dinamis dan berkelanjutan.

c. Proses Pengendalian Manajemen

Proses pengendalian manajemen yang baik sebenarnya formal, namun sifat pengendalian informal masih banyak terjadi. Pengendalian manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses :

1) Pemrograman (Programming)

Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan alokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.

2) Penganggaran (Budgeting)

Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan dalam satu moneter untuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.

3) Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)

Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan pusat-pusat tanggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur kinerja para manajer.

4) Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)

Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan.

Analisis laporan manajemen antara lain dapat berupa :

1) Perlu tidaknya strategi perusahaan diperiksa kembali.

2) Perlu tidaknya dilakukan penghapusan, penambahan, atau pengubahan program di tahun yang akan datang.

3) Dari analisis penyimpangan dapat disimpulkan perlunya diadakan perubahan anggaran, apabila sudah tidak realistis.

4) Dari laporan-laporan dapat diambil kesimpulan perlu adanya perbaikan-perbaikan untuk masalah yang tidak dapat diantisipasi.

B. Pengertian, Pembagian, Fungsi dan Unsur-Unsur Pengendalian Intern.

1. Pengertian Pengendalian Intern

Kebutuhan terhadap struktur pengendalian intern sangat dirasakan pada suatu keadaan dimana pimpinan karena keterbatasannya tidak sanggup lagi secara langsung mengendalikan segala kegiatan yang terjadi dalam perusahaan. Keadaan seperti ini biasanya disebabkan karena ruang lingkup perusahaan sebagai suatu kesatuan ekonomi sudah meluas sedemikian rupa sehingga struktur organisasi perusahaan menjadi kompleks dan melebar ke segala arah.

Pengendalian intern merupakan suatu istilah yang semakin banyak digunakan dalam berbagai variasi kepentingan. Dalam perkembangannya pengendalian intern mempunyai beberapa pengertian, diantaranya menurut Bambang Hartadi (1990 : 121) membedakan pengertian pengendalian intern dalam arti sempit dan luas sebagai berikut :

“Dalam arti sempit, istilah pengendalian intern sama dengan pengertian internal check yang merupakan prosedur-prosedur mekanis untuk memeriksa ketelitian data-data administrasi yang didalamnya sudah termasuk prosedur-prosedur akuntansi dan operasional.”

Sedangkan dalam arti luas

“Pengendalian intern dapat dipandang sebagai sistem sosial yang mempunyai wawasan atau makna khusus yang berada dalam organisasi perusahaan. Sistem tersebut terdiri dair kebijakan, teknik, prosedur, alat-alat fisik, dokumentasi, orang-orang yang berinteraksi satu sama lain diarahkan untuk :

1. Melindungi harta

2. Menjamin terhadap terjadinya hutang yang tidak layak

3. Menjamin ketelitian dan dapat dipercayainya data akuntansi

4. Dapat diperolehnya operasi yang efisien

5. Menjamin ditaatinya kebijakan perusahaan.

Pengendalian intern di atas sesuai dengan pengertian yang dimuat dalam “Statement on Auditing Procedure” dengan definisi sebagai berikut :

“Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, semua metode dan ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta kekayaan, memeriksa ketelitian dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.”

Menurut Wilson dan Campbell (1991 : 123) pengendalian intern dalam arti yang luas meliputi pengendalian yang bersifat akuntansi adalah :

“Pengendalian akuntansi (accounting control) mencakup rencana organisasi dan semua metode dan prosedur yang terutama mencakup pengamanan harta perusahaan serta keterandalan (eliability) dari catatan-catatan keuangan. Pada umumnya ia meliputi pengendalian seperti misalnya sistem kewenangan dan persetujuan, pemisahan tugas-tugas yang berhubungan dengan pembukuan dan laporan-laporan akuntansi dari tugas-tugas yang berhubungan dengan asuransi atau perlindungan / pemeliharaan harga, pengamanan fisik dari harga dan pemeriksaan intern.

Wilson dan Compbell (1991 : 124), yang bersifat administratif adalah :

“Pengendalian administratif (administrative control) terdiri dari rencana organisasi dan semua metode dan prosedur yang terutama berhubungan dengan efisiensi operasi dan ketaatan pada kebijaksanaan manajemen dan biasanya hanya berhubungan secara tidak langsung dengan catatan finansial. Pada umumnya ia meliputi pengendalian-pengendalian seperti misalnya analisa statistik, time and motion studies, laporan pelaksanaan, program latihan pegawai dan pengendalian kualitas.”

Dengan demikian pengendalian intern adalah semua cara yang diambil untuk memastikan pimpinan dalam menempuh jalannya operasi perusahaan di mana segala sesuatunya harus berjalan sebagaimana mestinya dan harus disesuaikan dengan ketentuan serta kebijaksanaan yang telah ditetapkan pimpinan, oleh karena itu menjadi tanggung jawab pimpinanlah untuk mengadakan suatu sistem pengendalian intern yang baik.

2. Pembagian Pengendalian Intern

Apabila kita memperhatikan secara seksama pengertian dari pengendalian intern yang dikemukakan di atas, maka akan terlihat bahwa pengendalian intern disini dibagi atas 2 bagian, yakni :

a. Suatu pengendalian yang berhubungan langsung dengan maslaah pengamanan harta perusahaan dan dapat diandalkannya catatan-catatan keuangan. Yang termasuk dalam pengendalian ini adalah :

1) Sistem pemberian wewenang, yaitu mencakup apakah transaksi-transaksi telah sesuai dengan persetujuan atau wewenang yang telah ditetapkan, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.

2) Sistem pencatatan (akuntansi) yang berkenaan dengan apakah transaksi-transaksi yang dilakukan telah dicatat sedemikian rupa, sehingga :

a) Memungkinkan dibuat ikhtisar-ikhtisar keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim atau kriteria lain yang sesuai dengan tujuan ikhtisar tersebut.

b) Menekankan pertanggungjawaban atas harta perusahaan.

3) Pemisahan fungsi antara tugas-tugas opersional terutama yang berhubungan dengan tugas-tugas pencatatan, pengawasan physic atas harta perusahaan.

4) Sistem pencocokan antara jumlah aktiva / harta perusahaan yang tercatat dalam catatan perusahaan dengan aktiva / harta perusahaan yang ada secara periodik atau pada waktu tertentu dan tindakan-tindakan sewajarnya yang dilakukan jika terjadi perbedaan.

b. Suatu pengendalian yang berhubungan langsung dengan masalah pencapaian tujuan, yaitu masalah efisiensi usaha, efektivitas, kehematan dalam bidang operasional dan ketaatan terhadap kebijakan serta prosedur yang telah ditetapkan, pada umumnya tidak berhubungan langsung dengan catatan keuangan, termasuk dalam pengendalian ini seperti :

1) Prosedur kerja

2) Analisa statistik

3) Pelatihan, mutasi dan rotasi pegawai

4) Rencana cuti dan lain sebagainya.

3. Fungsi Pengendalian Intern

Fungsi pengendalian intern adalah :

a. Mencegah terjadinya penyimpangan, kelalaian dan kelemahan sehingga tidak terjadi kerugian yang diinginkan.

b. Memperbaiki kesalahan dan penyelewengan agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengalami hambatan dan peborosan-pemborosan.

c. Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pegawai yang diserahi tugas dan wewenang dalam pelaksanaan pekerjaan.

d. Mendidik para pegawai untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan pengendalian intern dalam suatu perusahaan diharapkan dapat mampu mengetahui dan mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan. Meskipun pada akhirnya tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik tetapi hendaknya akibat sampingan yang mungkin timbul dan dapat merugikan perusahaan dapat ditekan sekecil mungkin dan bila mana mungkin dihilangkan.


4. Unsur-Unsur Pengendalian Intern

a. Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang tepat bagi suatu perusahaan belum tentu baik bagi perusahaan yang lain. Perbedaan struktur organisasi di antara berbagai hal seperti jenis, luas perusahaan, banyaknya cabang-cabang dan lain-lain.

Suatu dasar yang berguna dalam menyusun struktur organisasi perusahaan adalah pertimbangan bahwa organisasi itu harus fleksibel dalam arti memungkinkan adanya penyusunan-penyusunan tanpa harus adanya perubahan total. Selain itu organisasi yang disusun harus dapat menunjukkan garis-garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas, dalam arti jangan sampai terjadi adanya overlap fungsi masing-masing bagian. Untuk dapat memenuhi syarat bagi adanya suatu pengawasan yang baik, hendaknya struktur organisasi dapat memisahkan fungsi-fungsi operasional, penyimpanan dan pencatatan. Pemsiahan fungsi-fungsi ini diharapkan dapat mencegah timbulnya kecurangan-kecurangan dalam perusahaan.

Contoh-contoh sederhana pemisahan fungsi dalam perusahaan dan adanya penetapan garis wewenang dan tanggung jawab yang jelas adalah sebagai berikut :

1) Seorang kasir yang menerima dan menyimpan uang tidak boleh mengurus administrasi dalam piutang.

2) Kepala gudang yang bertanggung jawab di gudang tidak boleh mengurus administrasi persediaan.

3) Jika ada pegawai yang upahnya harian maka harus ada seorang yang khusus dipisahkan antara yang mencatat absensi, yang membuat daftar gaji, dan membayarnya.

Selanjutnya, tugas-tugas hendaknya dibagi-bagikan antara beberapa pegawai sehingga tidak ada seorangpun yang mengerjakan suatu transaksi dari permulaan sampai akhir. Pada transaksi-transaksi yang penting harus diikutsertakan sedikitnya dua orang dan hasil pekerjaan mereka dipergunakna untuk saling mengecek.

b. Sistem wewenang dan prosedur pembukuan

Untuk dapat mengatasi transaksi-transaksi di dalam perusahaan yang berkenaan dengan data-data finansial yang menyangkut perusahaan, harta, utang, modal dan hasil usaha dlaam suatu periode akuntansi perlu dibuatkan suatu pedoman sistem dan prosedur akuntansi yang didalamnya tercakup klasifikasi rekening. Agar tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh manajer dapat dilaksanakan dengan tepat, maka perlu penyusunan formulir-formulir dan pencatatan-pencatatan yang baik dan tepat.

Adapun syarat-syarat pencatatan atau pembukuan yang baik demi terlaksananya pengawasan intern haruslah memenuhi hal-hal seperti di bawah ini :

1) Pembukuan itu harus secara organitoris terpisah dari tanggung jawab penjagaan.

2) Pembukuan itu harus rencanakan sedemikian rupa sehingga terbentuk dan terpelihara adanya catatan-catatan yanglengkap dan tetap mengenai tanggung jawab dan hasil-hasilnya.

3) Pembukuan tersebut harus selalu menyertai setiap transaksi-transaksi yang terjadi.

4) Pembagian tanggung jawab pembukuan harus mencakup tanggung jawab yang sepenuhnya tentang penyelenggaraanya.

c. Praktek-praktek yang sehat

Yang dimaksud praktek-praktek yang sehat adalah setiap pegawai dalam perusahaan melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Praktek yang sehat ini harus berlaku untuk ke seluruh prosedur yang ada, sehingga pekejaan suatu bagian akna langsung dicek oleh bagian lainnya. Pekerjaan pengecekkan seperti ini dapat terjadi bila struktur organisasi dan prosedur yang disusun itu sudah memisahkan tugas-tugas dan wewenang-wewenang sehingga tidak ada satu bagian pun dalam perusahaan yang mengerjakan suatu transaksi dari awal sampai akhir.

d. Pegawai yang cakap

Tingkat kecakapan pegawai dari suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi sukses tidaknya suatu sistem pengendalian intern. Apabila sudah disusun struktur organisasi yang tepat, prosedur yang baik, tetapi tingkat kecakapan tidak memenuhi syarat yang diminta, bisa diharapkan bahwa sistem pengawasan intern juga tidak akan berhasil dengan baik.

Untuk mendapatkan pegawai yang cukup cakap harus dimulai sejak penerimaan pegawai baru yaitu melalui tes-tes dan seleksi agar dapat ditentukan apakah yang bersangkutan memenuhi kriteria yang diinginkan.

Dalam proses penilaian pengendalian intern yang berhubungan dengan karyawan, beberapa hal yang diperlukan antara lain :

1) Apakah karyawan tersebut mempunyai pengalaman dan latar belakang pendidikan yang cukup dalam menangani tugasnya.

2) Apakah mereka diawasi secara cukup untuk menjamin pekerjaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

3) Apakah karyawan yang menangani / menyimpan dana atau surat berharga cukup terjaminkan.

Pegawai yang cukup cakap untuk suatu pekerjaan bukan berarti pegawai yang tingkat pendidikannya paling tinggi, sehingga gajinya juga besar, tetapi mungkin dengan pendidikan menengah sudah cukup. Hal-hal ini seperti perlu dipertimbangkan agar dapat diperoleh pegawai yang cukup cakap tetapi juga ekonomis.

e. Pengawasan tambahan

Untuk menjamin pengawasan intern dengan baik selain terpenuhinya keempat unsur di atas, diperlukan beberapa pengawasan tambahan yang terdiri :

1) Laporan

Unsur laporan juga hal yang penting dalam pelaksanaan pengawasan intern yang baik. Laporan ini diserahkan kepada atasan dengan maksud agar atasan dapat mengetahui hasil kegiatan perusahaan. Agar tercapainya pengawasan intern yang memuaskan sangat diperlukan ketelitian baik dalam penyelenggaraan maupun dalam penentuan apa yang harus dilaporkan maka harus diperhatikan faktor-faktor yang dibutuhkan dalam menyusun laporan, yaitu :

a) Tepat waktunya, laporan akan hilang nilainya apabila laporan tidak dilaporkan pada waktunya atau terlambat melaporkannya.

b) Ketelitian, dalam menyusun laporan sangat diperlukan, karena kesalahan dalam membuat laporan akan membuat kerugian dan tidak berguna lagi bagi perusahaan.

c) Berguna, kebanyakan laporan dimaksudkan untuk memperlihatkan hasil salah satu fase dalam proses yang dipimpin oleh seorang pegawai. Oleh karena itu agar laporan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, maka laporan harus dipisahkan jawabnya yaitu segala sesuatu kegiatan transaksi atau kejadian yang ada.

d) Jelas, laporan-laporan harus memberikan gambaran yang lengkap dan jelas tentang apa-apa yang telah berlangsung. Laporan yang dibuat tentunya setelah berlangsungnya pekerjaan maka laporan harus tepat pada waktunya, teliti, lengkap dan tidak memihak.

2) Standar atau budget

Standar atau budget merupakan alat untuk mengukur realisasi. Dengan adanya standar atau budget maka laporan-laporan itu bisa disusun dengan membandingkan antara realisasi dengan standar atau budgetnya, sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

3) Staf audit intern

Staf audit intern merupakan bagian atau pegawai dalam perusahaan yang tugasnya melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini dapat dipergunakan untuk mengetahui apakah pelaksanana kerja itu sesuai atau menyimpang dari yang sudah ditetapkan. Prosedur-prosedur yang telah disusun dengan tujuan untuk mengadakan suatu sistem pengendalian intern, maka dapat mengetahui apakah ketetapan yang sudah ada tersebut dipatuhi atau tidak.

C. Pengendalian Intern Kas

Menurut Bambang Hartadi, “yang dimaksud kas adalah : “Alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaa.”

Menurut Wilson dan Campbell (1991 : 343), menyebutkan tujuan pengelolaan / manajemen kas adalah :

1. Penyediaan kas yang cukup untuk operasi jangka pendek dan jangka panjang.


2. Penggunaan dana perusahaan secara efektif pada setiap waktu.

3. Penetapan tanggung jawab untuk penerimaan kas dan pemberian perlindungan yang cukup sampai dana disimpan.

4. Penyelenggaraan pengendalian untuk menjamin bahwa pembayaran-pembayaran hanya dilakukan untuk tujuan yang sah.

5. Penyelenggaraan catatan-catatan kas yang cukup.

Telah diketahui bahwa sumber penerimaan kas untuk berbagai jenis industri atau perdagangan yang khas adalah :

  1. Penagihan piutang
  2. Penjualan kontan
  3. Penerimaan royalty
  4. Sewa dividen
  5. Dividen

Sedangkan pengeluaran kas dalam perusahaan industri atau perdagangan biasanya terdiri dari :

  1. Gaji tetap
  2. Gaji perjam
  3. Bahan baku
  4. Pajak
  5. Biaya perjalanan
  6. Biaya operasi yang lain
  7. Bunga
  8. Pembelian peralatan

  1. Pengendalian Intern Atas Penerimaan Kas

Dalam organisasi perusahaan pada umumnya dijumpai banyak jenis transaksi kas yang biasa atau rutin.

Beberaepa sumber yang khas adalah :

a. Penerimaan melalui pos

b. Penjualan kontan

c. Penjualan kredit

Dengan tidak mempersoalkan sumber kasnya, basis untuk pencegahan kesalahan atau kecurangan adalah prinsip pengendalian intern. Sistem tersebut meliputi pemisahan fungsi antara pengurusan fisik uang dengan penyelenggaraan pembukuannya. Sistem ini mengharuskan pekerjaan seseorang pegawai dengan pegawai lain dapat saling melengkapi.

Sistem pengendalian intern penerimaan kas, adalah :

a. Semua penerimaan kas melalui pos harus dicatat sebelum ditransfer kepada kasir.

b. Semua penerimaan harus disetor sepenuhnya setiap hari.

c. Fungsi penerimaan kas dan pengeluaran kas harus dipisahkan sama sekali.

d. Penanganan fisik kas harus dipisahkan seluruhnya dari penyelenggaraan pembukuan dan kasir tidak berwenang atau berhak terhadap pembukuan.

e. Para agen dan wakil lapangan diharuskan memberikan kwitansi tanda terima, tentunya dengan meninggalkan tembusan untuk arsip.

f. Semua pegawai yang menangani kas atau pembukuan kas diharuskan mengambil cuti, orang lain harus menggantikannya selama cuti. Juga, pada waktu yang tidak diberitahu, para pegawai harus dipisahkan ke tugas lain untuk mendeteksi atau mencegah terjadinya kolusi atau persekongkolan.

Untuk mengetahui cara penggelapan atau kecurangan terhadap kas di dalam perusahaan maka perlu diketahui beberapa cara atau pedoman yang lazim digunakan dalam penyalahgunaan dana perusahaan, yaitu meliputi :

a. Penerimaan perpos

1) Lapping yaitu menyelewengkan kas dengan cara melaporkan penerimaan lebih lambat dari pada saat penerimaannya, perkiraan debitur yang bersangkutan baru akan dikredit setelah diterima pembayaran dari debitur lain.

2) Menggunakan dana untuk sementara waktu, tanpa memalsukan catatan / pembukuan atau hanya dengan tidak mencatat uang yang diterima.

3) Dengan mencantumkan angka penjumlahan buku kas yang lebih besar / lebih kecil daripada jumlah yang sebenarnya.

4) Dengan terlalu tinggi membukukan potongan harga dan potongan-potongan lainnya.

5) Dengan menghapuskan piutang yang tidak tertagih dan mengantongi uang hasil penagihan piutang.

6) Dengan menahan berbagai jenis pendapatan lain-lain.

b. Penjualan over-the counter

1) Dengan tidak melaporkan semua penjualan, sebaliknya mengantongi uangnya.

2) Dengan secara salah menjumlahkan lembaran penjualan dan mengantongi uang sebesar selisihnya.

3) Dengan membukukan pengeluaran palsu

4) Denngan meregistrasikan jumlah penjualan yang lebih kecil dari pada jumlah yang sebenarnya.

5) Dengan mengantongi kelebihan kas

c. Penagihan oleh para tenaga penjual

1) Menguangkan cek “kontak.”

2) Tidak melaporkan adanya penjualan.

3) Dengan terlalu tinggi melaporkan jumlah trade-ins (tukar tambah).

Selain pemisahan tugas, cara lain yang dapat dilaksanakan untuk menghalangi terjadinya penyimpangan / penyelewenangan, salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan mendadak oleh uditor intern atau oleh akuntan publik.

  1. Pengendalian Intern Pengeluaran Kas

Ada dua aspek pengendalian yaitu :

a. Penentuan waktu pembayaran

b. Sistem pengendalian intern

Kegunaan adanya pengendalian yang teliti terhadap waktu pembayaran adalah untuk menjamin agar rekening-rekening dibayarkan pada saat telah jatuh tempo, dengan cara demikian, maka kas dapat dihemat untuk investasi sementara.

Beberapa prinsip pengendalian intern pengeluaran kas :

a. Kecuali untuk transaksi kas kecil, semua pembayaran harus dilakukan dengan cek.

b. Semua cek harus diberi nomor lebih dahulu

c. Tanggung jawab untuk penerimaan kas harus dipisahkan dari tanggung jawab untuk pengeluaran kas

d. Pencatatan kas harus terpisahkan sama sekali dari tugas melakukan pembayaran

e. Faktur yang telah disetujui untuk pembayaran dan semua dokumen pendukung yang diperlukan harus menjadi prasyarat untuk melakukan pembayaran.

f. Setelah pembayaran dilakukan, semua dokumen pendukung harus diberi tanda “telah dibayar” agar tidak bisa dipergunakan untuk kedua kalinya.

Di dalam pengeluaran kas terdapat juga penyalahgunaan dana atau kecurangan. Beberapa cara umum untuk melakukan kecurangan adalah sebagai berikut :

a. Menyiapkan bukti voucher palsu atau mengajukan voucher untuk mendapatkan pembayaran dua kali.

b. Kiting atau pinjaman tanpa mendapat persetujuan dengan cara tidak mencatat pembayaran, tetapi mencatat penyetoran dalam hal melakukan transfer bank.

c. Mencantumkan jumlah total yang tidak benar dalam buku kas

d. Menaikkan jumlah cek setelah ditandatangani

e. Mencantumkan potongan harga dengan jumlah yang lebih rendah dari pada yang sebenarnya.

f. Menguangkan cek gaji / upah atau dividen yang belum ditagih oleh yang berhak.

g. Mengubah bukti / voucher pengeluaran kas kecil.

h. Memalsukan cek dan memusnahkannya pada saat telah diterima dari bank menggantikannya dengan cek lain yang dibatalkan atau dengan nota pembebanan.

Berbuah dapat terjadi dengan mengenal Allah secara sungguh-sungguh

Jamita Partangiangan Wijk tgl 27-29 Agustus 2008

HKBP Kramat jati

Berbuah dapat terjadi dengan mengenal Allah secara sungguh-sungguh

(Psalm 91:14-16)

1. turpuk on, ima alus ni Debata tu halak na ro mandapothon Ibana. turpuk on patuduhon, pataridahon parbue ni ngolu ni halak na porsea. Halak na tangkas mananda Debata, diboto do aha lomo ni rohaNA . Isara ni angka ianakkon naung tangkas mananda sifat ni natorasna, sai di usahahon do asa unang muruk natorasna. Songon i nang natorasna sai dipingkiri do mangalului na dumenggan silehononna tu ianakkonna. Songon i ma hubungan ni jolma naung tangkas mananda Debata sai berusaha do ibana pasangaphon Debata. Di padao do dirina sian angka parange nahurang denggan. Nang si Johanes Pandidi pe didok do “Parbuehon hamuma na tama paboa naung muba rohamuna (Mat 3:8) (hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”) Ahu do na mamilit hamu, jala hupadiri hamu asa laho hamu marparbue jala mian parbuemunai. (Joh 15:16b) Sian parbuena do tandaonmuna nasida (Mat 7:16a)

Lapatanna: tarida do naporsea sian parulaonna. Asa tongtong jolma i bersikap aktif mangido pangurupion sian Debata jala pasahathon ngoluna holan tu Debata,sekaligus mangulahon na denggan marhite na mangurupi angka dongan na gale, mangapuli na marsak.

2. Di soarahon par Psalm do asa sude jolma marhaposan huhut mangasahon goar ni Jahowa di nasa pardalanan ni ngoluna (Pslm 37:5), ai tuk do Ibana paluahon hita sian nasa hamagoan ala ni pangaramotionNa. Disarihon do ngolunta di portibi on, nang ngolu sogot, marhite Jesus Kristus naung manobus hita sian hamatean ala ni dosanta. Marhite panobus Nai gabe monang hita jala marsonang-sonang. tapasangap ma goarna di bagasan unduk dohot serep ni roha.

3. Jahowa do Parmahan Bolon (Gembala Agung) di angka naporsea. Ndang paloasaonNa hita Marmara, targogot manang lilu, asal ma tajou goarna na Badia i dibagasan haporseaon. Lambat manang hatop alusanna do hita, asal unang pargale hita Molo tung pe adong angka tantangan ni haporseaonta, ingkon do hita lam margogo jala lam matoras haporseaonta. Ala ni i ingkon do hita marpangkirimon na mangolu jala di na marpangkirimon i do hita marlas ni roha.

4. Sada kategori na didok “martua” I ma na manghangoluhon jala marparbuehon na denggan di bagasan holong na sian Tuhan Jesus. Tung na so marisuang do ngolu ni angka na porsea molo dihaburjuhon. Poda 8:17: ” Ahu manghaholongi angka na manghaholongi Ahu jal na burju mangalului Ahu sai na jumpangsa do Ahu” Hahipason,habisuhon,hagabeon,hasangapon dohot ganjang ni umur sude na i rade di tangan ni Debata.

Jadilah Teladan

Ringkasan Khotbah Pdt.J.H.Panggabean (HKBP Kramat Jati),

Minggu 24 Agustus 2008

Bilangan 12:1-16

‘Musa dikenal dalam agama Islam, Yahudi dan Nasrani, Musa memiliki 3 (tiga) sosok :

1. Musa adalah sosok Pemimpin yang berhati lembut

Semua kritikan selalu disikapi dengan lemah lembut, kelemah lembutan Musa terletak kepada kepercayaan Musa. Ketiki di kritik dia berserah kepada Tuhan. Musa selalu setia mendengar

Mendengar itu membangun perhatian: mari mendengar setiap yang kita dengar, mari membangun kerukunan dengan kelemah lembutan. dalam kelemah lembutan Musa ada kuasa melebihi kuasa kita. Kelemah lembutna seseorang dapat membangun suatu keakraban di tengah-tengah keluarga, pekerjaaan, mapaun di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Berbahagialan orang yang lemah lembut.

2. Musa adalah seorang yang penuh kasih.

Mendengar sungut-sungut orang Israel, Musa berdoa. Musa tidak musa benar-benar memiliki hati damai dan penuh kasih, Musa tidak sanggup mendengar penderitaan orang lain. Dia selalu berdoa minta kesembuhan bagi orang-orang sakit, penghiburan bagi orang-orang yang berduka, kekuatan bagi orang-orang lemah.

3. Musa adalah Sosok yang SETIA dan takut akan Tuhan

Musa selalu setia dirumah Tuhan, kesetiaan menghiasi hidupnya

Kesetiaan kepada Tuhan meningkatkan kewibawaan seseorang, Simson sangat perkasa disaat dia setia kepada Tuhan dan hancur saat simson berpaling dari Tuhan.

Kita sebagai Umat,

Ditengah-tengah keluarga, di dalam kehidupan, didalam perkumpulan dan panggilan bagi kristen:

-JADILAH KRISTEN YANG SETIA DAN TAKUT AKAN TUHAN

-JADILAH SETIA TERHADAP FIRMAN TUHAN, JADIKANLAH BAPAK YANG MENELADANI MUSA, JADILAH LEMAH LEMBUT, PENUH KASIH DAN DAMAI

-JADILAH ORANG KRISTEN YANG LEMAH LEMBUT, SETIA DAN PENUH DAMAI DALAM KRISTUS

NB:

Ringkasan ini adalah Ringkasan sendiri dari Penulis, jadi segala kurang lebihnya ringkasan ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya keapada bapak Pdt. J.H Panggabean

Penulis:

www.lintongnababan.wordpress.com

Komunikasi Bisnis & Profesional

Keberhasilan suatu usaha, baik itu usaha individu, ataupun kelompok, baik itu sebagai kelompok kecil atau besar disebabkan oleh keberhasilan dalam bidang komunikasinya, dan tidak terkecuali pada suatu perusahaan yang mempunyai keberhasilan komunikasi tentu akan lebih sukses dibandingkan dengan perusahaan yang lemah komunikasinya. Komunikasi dalam bisnis mempunyai arti yang sangat strategis dalam rangka memenangkan bisnis itu sendiri.

Sebelum kita membicarakan lebih lanjut tentang komunikasi bisnis, kita perlu mengetahui terlebih dahulu komponem-komponem yang menjadi pendukung dari komunikasi itu sendiri, karena komunikasi akan mempunyai makna yang berarti apabila komponem-komponem dalam komunikasi terpenuhi, komponem itu sendiri antara lain:

1. Komunikasi: Pertukaran Pesan

Kalau saudara berkomunikasi, tentu akan mengalihkan/memberi dan menerima kesan-kesan. Bidang komunikasi bisnis meliputi penerimaan dan pengiriman pesan-pesan organisasi, diantara dua orang, atau sekelompok kecil masyarakat, atau dalam satu hingga beberapa bidang untuk mempengaruhi perilaku organisasi. Sehingga komunikasi terjadi baik disengaja atau tidak disengaja kalau memang komunikasi itu telah direncanakan terlebih dahulu atau tidak sengaja terjadi apabila tindakan seseorang dirasa atau diartikan ditafsirkan orang lain.

2. Dasar komunikasi

Kenapa terjadi komunikasi dalam organisasi alasannya salah satu tujuan komunikasi ialah memberikan informasi kepada klien, kolega, bawahan dan lain-lain. Komunikasi dalam bisnis bertujuan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Tujuan yang lain adalah untuk mengevaluasai perilaku secara efektif.

3. Kemampuan berkomunikasi

* Kemampuan berkomunikasi menunjukkan keberhasilan seseorang dalam mengirim pesan-pesan secara jelas, manusiawi dan efisien.

* Kemampuan tersebut juga dimanifestasikan melalui penerimaan pesan-pesan yang dikirim secara akurat

* Kemampuan komunikasi mengacu kepada pemahaman seseorang terhadap asfek sosial, situasi komunkasi.

* Sesorang komunikator bisnis harus dapat mengadaptasikan diri, terbuka secara kompeten.

4. Komponem-komponem komunikasi

Setiap komunikator bisnis harus memahami beberapa komponem proses komunikasi seperti:

* Sumber (Komunikator bisnis) adalah pemrakarsa suatu pesan

* Penyandian (Proses apa yang disampaikan oleh komunikator melalui simbol-simbol)

Umpan balik/umpan depan, (Feedback Feedforward) seringkali melibatkan Verbal dan non verbal, feedback biasanya bedasarkan informasi yang dikirim sebelumnya, sedangkan feedforward merupakan informasi pesan-pesan yang akna dikirim selanjutnya.

* Saluran (Channel) adalah media tempat pesan-pesan disampaikan.

* Konteks: seluruh komunikasi terjadi dalam suatu konteks dari berbagai jenis

* Gangguan (Noise) Merupakan sifat yang melekat pada komunikasi gangguan mengubah dan mencampuri penerimaan pesan.

ETIKA KOMUNIKASI

Etika adalah pedoman tingkah laku dan penilaian moral. Etika komunikasi merupakan pertimbangan kebenaran atau kesalah tindakan komunikasi tertentu. Kapanpun seseorang mencari perubahan efek dalam suatu organisasi atau dalam suatu hubungan dengan orang lain

Bekerja dengan hati Nurani, kecerdasan dan Kejujuran

Sudahkah kita berdoa sebelum memulai pekerjaan hari ini? suatu pekerjaan akan lebih efektif jika di mulai dengan doa yang pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, suasana hati yang buruk akan berpengaruh pada keadaan hari yang buruk pula, Mood yang baik akan membantu kita dalam segala hal, mulai dari rasa percaya diri  hingga kemampuan menyelesaikan banyak hal. Mood yang baik diringi dengan keiklasan hati adalah potensi yang bisa melengkapi otak berfikir cerdas dan jasmani yang sehat sehingga mengantarkan seseorang menjadi lebih produktif.

Pada diri setiap orang terbentang samudera luas yang tidak dapat digambarkan karena bersifat spiritual, tidak nyata, tetapi berada jauh dibawah alam sadar kita. Kita hanya mengetahui gerbang menuju kesana, gerbang itu adalah otak kita. sedangkan samudera itu bernama hati kesunguhan hati (hati nurani). Berbahagialah setiap insan manusia pekerja yang berlomba untuk saling menghormati sesamanya, karena kesuksesan diukur melalui kebersamaan pekerja.

Modala utama seorang pekerja adalah kredibiltas diri kita sendiri, sedangkan kunci kredibilitas itu adalah kejujuran sehingga mencbuat pesona tersendiri yang dapat menyentuh nurani kita. Dalam bekerja, jangan hanya mengandalakan kecerdasan sebab cerdas tampa hati nurani tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti.

Memberikan pelayanan serta bersikap ramah kepada orang lain dengan keiklasan hati dapat lebih memudahkan segala urusan dan memberikan kepuasan tersendiri pada diri kita serta jangan pernah mengharapkan pujian terhadap hasil karya kita.

Hati nurani yang hidup dalam diri kita akan selalu menyadarkan kita terhadap kesalahan yang telah kita perbuat dan membangun semangat kembali untuk memperbaikinya, sehingga kesalahan tersebut tidak akan terulang lagi. oleh karena itu suatu pekerjaan yang diawali dengan mengetahui aturan main secara tuntas lalu mentaatinya, akan menghemat waktu tenaga dan biaya.

Sering kali kita komplain terhadap beban pekerjaan yang diberikan kepada kita, padahal tanpa kita sadari hal tersebut akan menambah berat bagi kita dalam menyelesaikannya, disinilah peran hati yang iklas dibutuhkan. Sebab orang yang iklas itu adalah orang yang berkarakter kuat, sikapnya tidak tergantung oleh ada atau tidaknya pujian maupun penghargaan manusia. Alangkah malangnya nasib orang yang suka mengeluh atas segala kondisi yang dia alami, jelas sekali kesuksesan jauh darinya, padahal kesuksesan itu adalah kesempatan bagi semua orang, namun tidak semua orang juga yang mengerti cara mendapatkannya dengan cara yang benar. Begitupun juga dengan kepemimpinan sesorang, Visioner memiliki strategi yang tepat dapat membaca potensi dan mensinergikannya serta mampu memotivasi karyawannya adalah syarat bag seorang pemimpin besar. orang yang diangkat memegang amanat jabatan sedangkan ia tidak memintanya, maka ia akan dapat banyak pertolongan dalam menjalankan tugasnya.

Jatuhnya wibawa sesorang adalah ketika tidak ada keselarasan lagi antara apa yang diucapkan dengan apa yang diperbuat. Awalilah pekerjaaan dengan meyelaraskan pikiran dan hati nurani, bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas adalah bagian dari otak, sedangkan bekerja iklas adalah bagian dari hati

Menagatasi Kemiskinan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia

“Orang Miskin karena miskin”

Artinya, karena seorang miskin tidak dapat membiayai pendidikan dan pelatihan sehingga tidak mempunyai keterampilan yang dapat dijual.Karena tidak mempunyai keterampilan sulit mendapatkan pekerjaaan yang memberikan penghasilan yang cukup. Dengan kata lain karena keterampilan rendah, penghasilan juga rendah. Karena Penghasilan rendah sehingga tidak mempunyai biaya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya.

Penghasilan seseorang biasanya pertama-tama digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisik:Makan, pakaian dan tempat tinggal. Kalau kebutuhan fisik sudah terpenuhi secara minim, kebutuhan non fisik baru dipenuhi. Kebutuhan non fisik tersebut amtara lain: Kesehatan, Pendidikan, Rekreasi dan kebutuhan Spiritual. Urutan kebutuhan non fisik bisa berbeda tetapi yang relevan dengan sumber daya manusia dan kemiskinan adalah PENDIDIKAN, termasuuk didalamnya pelatihan. Pendidikan terdiri dari lingkungan Formal dan Informal, lingkungan formal adalah lembaga pendidikan dalam bentuk sekolah, biasanya mulai dari Sekolah Dasar, Menengah sampai Perguruan Tinggi.

Akhir-akhir ini pendidikan usia dini dimulai dari Play group sampai Taman Kanak-kanak dianggap penting dalam proses pengembangan anak. Dengan demikian pendidikan Pra sekolah yang dianggap sekedar kegiatan informal mulai menjadi ” Formal”. Di negara maju pendidikan Pra Sekolah hampir bersifat Universal dan merupakan Pendidikan Yang mahal. Kegiatan Pra Sekolah itu dianggap Predictive terhadap keberhasilan pendidikan berikutnya bahkan dalam hidupnya.

Mengembangkan SUmber daya Manusia adalah upaya memberdayakan sumber daya manusia. Memberdayakan berarti meningkatkan daya (Empowerment). Bagi negara-negara maju dimana perbedaan dalam kondisi masyarkat lapisan atas, menengah dan bawah dalam hal-hal yang relevan tidak besar. Perbedaan dalam benghasilan, Pendidikan dan pekerjaan lebih bersifat relatif. Artinya orang lapisan bawah dapat memenuhi kebutuhan fisik diatas minimum. demikian pula dengan kesehatan, pendidikan, rekreasi , dll. Dinegara berkembang seperti Indonesia perbedaan yang penting bersifat Absolut. Sebagai misal orang lapisan menengah ke atas mempunyai penghasilan dimana mereka dapat memiliki rumah, kendaraan dan harta lainnya yang mungkin hidup dalam kecukupan. Di INdonesia jumlah mereka tidak besar secara relative tetapi secara absolute jumlah mereka terus meningkat. Kalau kita lihat kemacetan lalu lintas, peningkatan penumpang kereta api, pesawat terbang merupakan cermin meningkatnya jumlah mereka. Sebagian mereka berpendidikan tinggi yang diikuti anak-anak mereka yang akan berbendidikan tinggi.

Pendidikan adalah proses jangka panjang yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap. Pendidikan yang berkualitas memerlukan biaya besar dan peserta didik yang bermotivasi tinggi. Masyarakat kita pada umumnya belum menyadari manfaat ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam tehnology untuk maju dan berhasil. Sekarang beredar anggapan bahwa kecerdasan dan inteligensi yang ada pada anak-anak dapat di ukur dari IQ harus ditambah EQ dan SQ. Konsep EQ dab SQ diciptakan oleh orang-orang yang ber IQ tinggi.

Tidak ada jalan lain kalau kita mau maju terus kecuali bekerja keras untuk menguasai ilmu dan tehnology moderen, meningkatkan kemampuan atau Skill melalui pelatihan. Keterampilan adalah Sumber dari Produktivitas yang pada gilirannya adalah sumber penghasilan dan sumber kesejahteraan, inilah jalan untuk mengatasi kemiskinan dan menjadikan orang tidak hanya tidak miskin tetapi meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan secara terus.

INGAT………

1. INVESTASI MODAL FISIK MENGALAMI PENYUSUTAN, TETAPI INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA  MENGALAMI PENINGKATAN.

2. BAHWA PENDIDIKAN ADALAH UPAYA UNTUK MEMERDEKAKAN SESEORANG DARI KETIDAK BERDAYAANNYA

Rahasia membangun rumah tangga harmonis

1.Saling percaya

2.Salimg menghargai

3.Saling memaafkan

4.Mau bebagi berbagi

5.Menerima kekurangan

6.Tidak hobby mengatur

7.Bersikap terbuka

8.Berfikir positif

9.Tetap mesra

10.Selalu tampil cantik (khusus untuk wanita)

11.Ciptakan kejutan

12.Jangan sepelekan janji

13.Bulan madu berdua

Lima langkah membuat anggaran pernikahan:

Boeat sahabat2 koe , khusnya yang masih Single ataupun yang berencana mau menikah:

Lima langkah membuat anggaran pernikahan:

1. Financial Capability

Anda harus jujur tentang kemampuan keuangan anda, sehingga anda tidak memaksakan diri untuk hal2 yang sebenarnya anda belum siap (tidak mampu) melakukanya, anda harus jujur terhadap calon pasangan anda sehingga tidak timbul GAP

2. Margin of Budget

Tetapkan batasan biaya maksimum yang anda keluarkan, hal ini agar tidak menggangu cash flow anda pasca Acara Pernikahan

3. Ceremony of concep

Tetapkan konsep acara pernikahan meliputi waktu, tempat dan thema, jumlah undangan. Sebaiknya acara bisa lebih singkat padat

4. Knowlwdge is Power

Pengetahuan sangat diperlukan buat kedua calon mempelalai, sebaiknya anda Konseling terlebih dahulu dengan pendeta ataupun orang2 berpengalaman, sehingga pasca pernikahan tidak timbul pertikaian, kesalah pahaman. Buat rencana pasca pernikahan (meliputi rencana jangka pendek ( Jangka Panjang)

5. Berfikir untuk hari esok

Sebaiknya  menekan biaya seefisien mungkin karena anda harus memikirkan hari esok (Tempat tinggal, pendidikan anak, dll)

SELAMAT MENCOBA

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS

1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi bisnis.

2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan.

3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi bisnis yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi atau operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan.

Pengertian Organisasi

vOrganisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002).

vSekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005).

Jenis-jenis Organisasi

vOrganisasi Profit

vPerusahaan Besar

®Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll

vPerusahaan Kecil

vKoperasi

vPerusahaan Multinasional

vDll

vOrganisasi Non Profit/Nirlaba

vPemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota

vLembaga Pendidikan Negeri

vYayasan Sosial,

vdll

Pengertian Manajemen

vSeni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)

vSebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)

vSeni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan

vAdanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)

vAdanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendali an dan pengawasan.

vAdanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi

vSumber Daya Manusia,

vSumber Daya Informasi,

vSumber Daya Fisik,

vSumber Daya Keuangan,

vSumber Daya Alam,

vDll.

Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)

Efektif :

vmengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat

Efisien :

vmengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi-fungsi Manajemen

vPerencanaan (Planning),

vPengorganisasian (Organizing),

vPengarahan dan pengimplementasi an (Directing/Leading),

vPengawasan dan Pengendalian (Con trolling).

Fungsi Perencanaan

vProses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk meng antisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan

vMenetapkan tujuan dan target bisnis

vMerumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut.

vMenentukan sumber-sumber daya yang diperlukan.

vMenetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.

Fungsi Pengorganisasian

vproses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian

vMengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.

vMenetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab.

vKegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja.

vKegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

Fungsi Pengarahan dan Implementasi

vProses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi

vMengimplementasikan proses ke pemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

vMemberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

vMenjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

vProses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

vMengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

vMengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.

vMelakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen

Perbedaan pandangan dalam
Fungsi-fungsi Manajemen

Fungsi Operasional dalam Manajemen

vManajemen Sumber Daya Manusia,

vManajemen Pemasaran,

vManajemen Operasi/Produksi,

vManajemen Keuangan,

vManajemen Informasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia

vManajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

Manajemen Pemasaran

vManajemen Pemasaran adalah kegiat an manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguh nya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

Manajemen Produksi

vManajemen Produksi adalah penerap an manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pemilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam suatu proses produksi.

Manajemen Keuangan

vManajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

Manajemen Informasi

vManajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat .

PERBEDAAN KONSEP PENJUALAN DENGAN PEMASARAN

PERBEDAAN KONSEP PENJUALAN DENGAN PEMASARAN
Levitt,  Theodore, 1980. The Marketing  Mode, York : Mc Graw-Hill, menarik suatu kontras perspektif :
Konsep Penjualan menfokuskan pada kebutuhan penjual. Karena itu penjualan sibuk  dengan  kebutuhan  penjual   untuk mengubah produk/jasanya  menjadi  cash atau   uang kontan.
Konsep Pemasaran memfokuskan pada kebutuhan pembeli. Karena itu pemasaran sibuk dengan pemikiran  memuaskan kebutuhan  pelanggan melalui produk dan keseluruhan barang yang   berhubungan   dengan penciptaan, pengantaran, dan akhirnya pengkonsumsiannya

Pemasaran adalah    fungsi    bisnis    yang mengidentifikasikan kebutuhan  dan  keinginan  yang belum terpenuhi,   mendefinisikan   dan mengukur besarnya, menentukan  pasar  sasaran  mana  yang paling  baik yang  dapat   dilayani,   menentukan produk/jasa dan program – program yang sesuai untuk melayani   pasar  (Kotler,  2003).

Perubahan  pemasaran dari orientasi  produk  ke pola  pemasaran yang berorientasi pasar  dewasa  ini menjadikan   persaingan  semakin kompetitif. Oleh karenanya untuk berhasil sesuatu perusahaan didalam persaingan disyarakatkan  harus  menciptakan  nilai tambah  bagi  para  konsumen  serta memperhatikan kebutuhan dan ekspektasi mereka (Band, 1991).


KEGAGALAN PELAYANAN TERHADAP PELANGGAN
1.Kesenjangan   Antara   Harapan   Pelanggan   dan Pandangan  Manajemen. 2.Kesenjangan   Antara  Pandangan  Manajemen   dan Spesifikasi Mutu Pelayanan.  
3.Kesenjangan Antara Spesifikasi Mutu Pelayanan dan   Sajian  Pelayanan. 4.Kesenjangan   Antara  Penyajian  Pelayanan   dan Komunikasi  Eksternal.
5.Kesenjangan Antara Pelayanan yang Dirasakan  dan Pelayanan yang Diharapkan.

Kegagalan lainnya adalah kurangnya kemauan untuk meningkatkan efisien/penghematan sehingga dapat menerapkan mutu gratis bagi  konsumen. Artinya perusahaan  harus  selalu mengupayakan  nilai tambah pada konsumen/ pemakai  produk/jasa   tanpa   harus menimbulkan biaya  tambahan. Dengan  cara  demikian maka  pelayanan  akan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

I. KERANGKA & PROSES PEMASARAN

1.     1. Memahami misi organisasi dan peran pemasaran dalam memenuhi misi

tersebut.

2. 2. Menyusun sasaran pemasaran.

3. 3. Mengumpulkan, menganalisis, dan mmengartikan informasi tentang situasi

organisasi, termasuk SWOT dalam suatu lingkungan.

4. 4. Pengembangan suatu strategi pemasaran melalui keputusan secara benar

tentang kebutuhan mana dan siapa yang akan dipenuhi oleh organisasi

(target pasar).

5. 5. Mengimplementasikan strategi pemasaran.

6. 6. Mendesain pengukuran kinerja.

7. 7. Secara periodik melakukan evaluasi upaya pemasaran, dan membuat perubahan

jika diperlukan

Source : Lamb, C.W., Joseph F. Hair, Carl Mc. Daniel. Marketing. Singapore : South-Western College Publishing, 2000 : 19)

PELUANG PASAR

A.Sistem Informasi Pemasaran dan Penelitian Pemasaran

B.Analisa Lingkungan Pemasaran

C.Menganalisa Pasar Konsumen dan Perilaku Membeli

D.Analisa Pasar Bisnis dan Perilaku Pembeli Organisasi

E.Menganalisa Pesaing

A.Sistem Informasi Pemasaran dan Penelitian Pemasaran

1.Sistem Pencatatan Internal :

a.Sistem Pemesanan – Pengiriman – Penagihan

b.Sistem Laporan Penjualan

c.Sistem Pelaporan yang Berorientasi pada Pemakai

d.Sistem Intelijen Pemasaran (Marketing Inteligence System)

2.Sistem Penelitian Pemasaran

a.Pemasok untuk Penelitian Pemasaran

b.Jangkauan Penelitian Pemasaran

c.Proses Penelitian Pemasaran

d.Karakteristik Penelitian Pemasaran yang Baik

e.Penggunaan Penelitian Pemasaran oleh Manajemen

B.Analisa Lingkungan Pemasaran

1.Pelaku dalam Lingkungan Mikro

a.Perusahaan

b.Pemasok

c.Perantara Pemasaran

d.Pelanggan

e.Pesaing

f.Publik/Masyarakat

2.Kekuatan dalam Lingkungan Makro Perusahaan

a.Lingkungan Demografi

b.Lingkungan Ekonomi

c.Lingkungan Alam

3.Peran Pemerintah yang Berubah dalam Perlindungan Lingkungan

a.Lingkungan Teknologi

b.Lingkungan Politik

c.Lingkungan Alam

C.Menganalisa Pasar Konsumen dan Perilaku Pembeli

1.Faktor Utama yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

a.Faktor Kebudayaan

b.Faktor Sosial

c.Faktor Pribadi

d.Faktor Psikologis

2.Proses Keputusan Membeli

a.Peranan dalam Pembelian

b.Jenis – jenis Perilaku Membeli

c.Meneliti Proses Keputusan Membeli

d.Tahap – tahap dalam Proses Keputusan Membeli

D.Analisa Pasar Bisnis dan Perilaku Pembeli Organisasi

1.Pasar Industri

a.Siapa yang Berada dalam pasar Industri ?

b.Keputusan Pembelian Apa yang Dibuat oleh Pembeli Industri ?

c.Siapa yang Berperan dalam Proses Pembelian Industri ?

d.Apakah Pengaruh yang Paling Penting terhadap Pembeli Industri ?

e.Bagaimana Pembeli Industri Membuat Keputusan Pembelian Mereka ?

2.Pasar Penjual Kembali

a.Siapakah yang Ada dalam Pasar Penjual Kembali ?

b.Keputusan Membeli Apakah yang Dibuat Penjual Kembali ?

c.Siapakah yang Berperan dalam Proses Pembelian Penjual Kembali ?

d.Apakah yang Merupakan Pengaruh Utama pada Pembeli Penjual Kembali ?

e.Bagaimana Penjual Kembali Membuat Keputusan Pembeliannya ?

3.Pasar Pemerintah

a.Siapakah yang Berada dalam Pasar Pemerintah ?

b.Keputusan Pembelian apakah yang Dibuat Pemerintah ?

c.Siapakah yang Berperan dalam Proses Pembelian yang Dilakukan Pemerintah ?

d. Apakah yang Merupakan Pengaruh Penting terhadap Pembeli Pemerintah ?

e.Bagaimana Pembeli Pemerintah Membuat Keputusan Pembelian Mereka ?

E.Menganalisa Pesaing

1.Mengidentifikasi Strategi Pesaing

2.Menentukan Tujuan Pesaing

3.Memeriksa Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

4.Memperkirakan Pola Reaksi Pesaing

5.Merancang Sistem Intelijensi Persaingan

6.Memilih Pesaing untuk Diserang dan Dihindari

7.Menyeimbangkan Orientasi Pelanggan dan Pesaing

BEKERJA SAMBIL BERDOA

Oraet labora, Slogan ini sudah tidak asing lagi bagi pendengaran kita. Slogan ini berpesan bahwa kita tidak akan mampu bekerja dengan kekuatan kita sendiri. sudahakah pagi ini kita berdoa sebelum memulai aktivitas kita? berdoalah sebelum kita memulai pekerjaaan agar pikiran kita jauh dari segala pikiran negatif yang akhirnya menggangu pekerjaaan kita. “Bumi berputar, ombak bergelombang, angin bertiup, hujan dan awan berarak-arak. Matahari terbit dari timur, bulan dari bentuk sabit menjadi bulat, air mengalir ke tempat yang lebh rendah. Pohon tumbuh dan burung bernyanyi.Semua tidak terjadi begitu saja dan yang pasti sudah ada yang mengaturnya yaitu Tuhan Yang Maha Mengatur. Tuhan menginginkan kita sukses semua namun tidak adil jika rang yang bermalas-malasan sukses, justru karena KeadilanNya lah, hanya orang yang bekerja keras, cerdas dan bersemangat yang sukses (Hari subagja, BIP kelompok gramedia)”

Berdoalah setiap hari agar Tuhan memberikan jalan menggapai rencana besar anda

Enam Belas Landasan Membangun sukses berbisnis

Enam Belas Landasan Membangun sukses berbisnis

1. Rajin dan tekun berusaha, Malas berarti petaka

2. Hemat pengeluaran, pemborosan itu menggorogoti modal

3. Ramah kepada setiap orang, tidak sabar berbuah rugi

4. Jangan sia-siakan kesempatan, menunda itu menghilangkan peluang

5. Lugas dalam transaksi, ragu bisa membawa perikian

6. Hati-hati memberi kredit, Murah hati berlebihan Cuma boroskan modal

7. Cermati catatan utang-piutang, lalai menghambat rejeki

8. Bedakan antara yang baik dan yang jahat, tidak peduli bisa melumpuhkan usaha

9. Kendalikan usaha dengan sistematis, ceroboh membawa kacau balau

10. Adil dan tidak pilih kasih kepada karyawan, Inefisiensi akibat dari ketidak adilan

11. Cermati pemasukan dan pengeluaran, Alpa berarti hidup secara mahal

12. Periksa barang sebelum diterima, sikap sembarang malang buntutnya

13. Kaji mendaam syarat – syarat pembayaran, ingkar janji menghancurkan kepercayaan

14. Bijaksana dan jujur menyangkut uang, manajemen buruk peluang korupsi

15. Tunjukkan tangung jawab kala ada kesulitan bersama, tak peduli memperburuk masalah16. Selalu tenang dan percaya diri, sifat nekat menghambat kinerja

By :Lintong Nababan

Sumber : Tao Chu Kung

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS

1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi bisnis.

2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan.

3. Mengetahui konsep manajemen secara operasional dalam organisasi bisnis yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi atau operasi,manajemen pemasaran, dan manajemen keuangan.

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002).

Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005).

Jenis-jenis Organisasi

* Organisasi Profit

– Perusahaan Besar

Perusahaan manufaktur, Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Ritel, dll

Perusahaan Kecil

vKoperasi

vPerusahaan Multinasional

vDll

vOrganisasi Non Profit/Nirlaba

vPemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota

vLembaga Pendidikan Negeri

vYayasan Sosial,

vdll

Pengertian Manajemen

vSeni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)

vSebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)

vSeni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)

Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan

vAdanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)

vAdanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendali an dan pengawasan.

vAdanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber Daya Organisasi

vSumber Daya Manusia,

vSumber Daya Informasi,

vSumber Daya Fisik,

vSumber Daya Keuangan,

vSumber Daya Alam,

vDll.

Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)

Efektif :

vmengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat

Efisien :

vmengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi-fungsi Manajemen

vPerencanaan (Planning),

vPengorganisasian (Organizing),

vPengarahan dan pengimplementasi an (Directing/Leading),

vPengawasan dan Pengendalian (Con trolling).

Fungsi Perencanaan

vProses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk meng antisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan

vMenetapkan tujuan dan target bisnis

vMerumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut.

vMenentukan sumber-sumber daya yang diperlukan.

vMenetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.

Fungsi Pengorganisasian

vproses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian

vMengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.

vMenetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab.

vKegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja.

vKegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

Fungsi Pengarahan dan Implementasi

vProses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi

vMengimplementasikan proses ke pemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

vMemberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

vMenjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

vProses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam
Fungsi Pengawasan dan Pengendalian

vMengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

vMengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.

vMelakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Kegiatan dalam Fungsi-fungsi Manajemen

Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen

Perbedaan pandangan dalam
Fungsi-fungsi Manajemen

Fungsi Operasional dalam Manajemen

vManajemen Sumber Daya Manusia,

vManajemen Pemasaran,

vManajemen Operasi/Produksi,

vManajemen Keuangan,

vManajemen Informasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia

vManajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

Manajemen Pemasaran

vManajemen Pemasaran adalah kegiat an manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguh nya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

Manajemen Produksi

vManajemen Produksi adalah penerap an manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pemilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam suatu proses produksi.

Manajemen Keuangan

vManajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.

Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

Manajemen Informasi

vManajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat .

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!