Bekerja dengan hati Nurani, kecerdasan dan Kejujuran

Sudahkah kita berdoa sebelum memulai pekerjaan hari ini? suatu pekerjaan akan lebih efektif jika di mulai dengan doa yang pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, suasana hati yang buruk akan berpengaruh pada keadaan hari yang buruk pula, Mood yang baik akan membantu kita dalam segala hal, mulai dari rasa percaya diri  hingga kemampuan menyelesaikan banyak hal. Mood yang baik diringi dengan keiklasan hati adalah potensi yang bisa melengkapi otak berfikir cerdas dan jasmani yang sehat sehingga mengantarkan seseorang menjadi lebih produktif.

Pada diri setiap orang terbentang samudera luas yang tidak dapat digambarkan karena bersifat spiritual, tidak nyata, tetapi berada jauh dibawah alam sadar kita. Kita hanya mengetahui gerbang menuju kesana, gerbang itu adalah otak kita. sedangkan samudera itu bernama hati kesunguhan hati (hati nurani). Berbahagialah setiap insan manusia pekerja yang berlomba untuk saling menghormati sesamanya, karena kesuksesan diukur melalui kebersamaan pekerja.

Modala utama seorang pekerja adalah kredibiltas diri kita sendiri, sedangkan kunci kredibilitas itu adalah kejujuran sehingga mencbuat pesona tersendiri yang dapat menyentuh nurani kita. Dalam bekerja, jangan hanya mengandalakan kecerdasan sebab cerdas tampa hati nurani tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti.

Memberikan pelayanan serta bersikap ramah kepada orang lain dengan keiklasan hati dapat lebih memudahkan segala urusan dan memberikan kepuasan tersendiri pada diri kita serta jangan pernah mengharapkan pujian terhadap hasil karya kita.

Hati nurani yang hidup dalam diri kita akan selalu menyadarkan kita terhadap kesalahan yang telah kita perbuat dan membangun semangat kembali untuk memperbaikinya, sehingga kesalahan tersebut tidak akan terulang lagi. oleh karena itu suatu pekerjaan yang diawali dengan mengetahui aturan main secara tuntas lalu mentaatinya, akan menghemat waktu tenaga dan biaya.

Sering kali kita komplain terhadap beban pekerjaan yang diberikan kepada kita, padahal tanpa kita sadari hal tersebut akan menambah berat bagi kita dalam menyelesaikannya, disinilah peran hati yang iklas dibutuhkan. Sebab orang yang iklas itu adalah orang yang berkarakter kuat, sikapnya tidak tergantung oleh ada atau tidaknya pujian maupun penghargaan manusia. Alangkah malangnya nasib orang yang suka mengeluh atas segala kondisi yang dia alami, jelas sekali kesuksesan jauh darinya, padahal kesuksesan itu adalah kesempatan bagi semua orang, namun tidak semua orang juga yang mengerti cara mendapatkannya dengan cara yang benar. Begitupun juga dengan kepemimpinan sesorang, Visioner memiliki strategi yang tepat dapat membaca potensi dan mensinergikannya serta mampu memotivasi karyawannya adalah syarat bag seorang pemimpin besar. orang yang diangkat memegang amanat jabatan sedangkan ia tidak memintanya, maka ia akan dapat banyak pertolongan dalam menjalankan tugasnya.

Jatuhnya wibawa sesorang adalah ketika tidak ada keselarasan lagi antara apa yang diucapkan dengan apa yang diperbuat. Awalilah pekerjaaan dengan meyelaraskan pikiran dan hati nurani, bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas adalah bagian dari otak, sedangkan bekerja iklas adalah bagian dari hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: