Menagatasi Kemiskinan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia

“Orang Miskin karena miskin”

Artinya, karena seorang miskin tidak dapat membiayai pendidikan dan pelatihan sehingga tidak mempunyai keterampilan yang dapat dijual.Karena tidak mempunyai keterampilan sulit mendapatkan pekerjaaan yang memberikan penghasilan yang cukup. Dengan kata lain karena keterampilan rendah, penghasilan juga rendah. Karena Penghasilan rendah sehingga tidak mempunyai biaya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya.

Penghasilan seseorang biasanya pertama-tama digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisik:Makan, pakaian dan tempat tinggal. Kalau kebutuhan fisik sudah terpenuhi secara minim, kebutuhan non fisik baru dipenuhi. Kebutuhan non fisik tersebut amtara lain: Kesehatan, Pendidikan, Rekreasi dan kebutuhan Spiritual. Urutan kebutuhan non fisik bisa berbeda tetapi yang relevan dengan sumber daya manusia dan kemiskinan adalah PENDIDIKAN, termasuuk didalamnya pelatihan. Pendidikan terdiri dari lingkungan Formal dan Informal, lingkungan formal adalah lembaga pendidikan dalam bentuk sekolah, biasanya mulai dari Sekolah Dasar, Menengah sampai Perguruan Tinggi.

Akhir-akhir ini pendidikan usia dini dimulai dari Play group sampai Taman Kanak-kanak dianggap penting dalam proses pengembangan anak. Dengan demikian pendidikan Pra sekolah yang dianggap sekedar kegiatan informal mulai menjadi ” Formal”. Di negara maju pendidikan Pra Sekolah hampir bersifat Universal dan merupakan Pendidikan Yang mahal. Kegiatan Pra Sekolah itu dianggap Predictive terhadap keberhasilan pendidikan berikutnya bahkan dalam hidupnya.

Mengembangkan SUmber daya Manusia adalah upaya memberdayakan sumber daya manusia. Memberdayakan berarti meningkatkan daya (Empowerment). Bagi negara-negara maju dimana perbedaan dalam kondisi masyarkat lapisan atas, menengah dan bawah dalam hal-hal yang relevan tidak besar. Perbedaan dalam benghasilan, Pendidikan dan pekerjaan lebih bersifat relatif. Artinya orang lapisan bawah dapat memenuhi kebutuhan fisik diatas minimum. demikian pula dengan kesehatan, pendidikan, rekreasi , dll. Dinegara berkembang seperti Indonesia perbedaan yang penting bersifat Absolut. Sebagai misal orang lapisan menengah ke atas mempunyai penghasilan dimana mereka dapat memiliki rumah, kendaraan dan harta lainnya yang mungkin hidup dalam kecukupan. Di INdonesia jumlah mereka tidak besar secara relative tetapi secara absolute jumlah mereka terus meningkat. Kalau kita lihat kemacetan lalu lintas, peningkatan penumpang kereta api, pesawat terbang merupakan cermin meningkatnya jumlah mereka. Sebagian mereka berpendidikan tinggi yang diikuti anak-anak mereka yang akan berbendidikan tinggi.

Pendidikan adalah proses jangka panjang yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap. Pendidikan yang berkualitas memerlukan biaya besar dan peserta didik yang bermotivasi tinggi. Masyarakat kita pada umumnya belum menyadari manfaat ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam tehnology untuk maju dan berhasil. Sekarang beredar anggapan bahwa kecerdasan dan inteligensi yang ada pada anak-anak dapat di ukur dari IQ harus ditambah EQ dan SQ. Konsep EQ dab SQ diciptakan oleh orang-orang yang ber IQ tinggi.

Tidak ada jalan lain kalau kita mau maju terus kecuali bekerja keras untuk menguasai ilmu dan tehnology moderen, meningkatkan kemampuan atau Skill melalui pelatihan. Keterampilan adalah Sumber dari Produktivitas yang pada gilirannya adalah sumber penghasilan dan sumber kesejahteraan, inilah jalan untuk mengatasi kemiskinan dan menjadikan orang tidak hanya tidak miskin tetapi meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan secara terus.

INGAT………

1. INVESTASI MODAL FISIK MENGALAMI PENYUSUTAN, TETAPI INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA  MENGALAMI PENINGKATAN.

2. BAHWA PENDIDIKAN ADALAH UPAYA UNTUK MEMERDEKAKAN SESEORANG DARI KETIDAK BERDAYAANNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: