Jadilah Pemenang tanpa Mengalahkan Orang lain

Pagi ini hujan deras mengguyur condet sekitarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 wib. Akupun sudah harus prepare mau kekantor. Baru saja aku mengeluarkan kendaraan dari Garasi, pasangan suami-istri melintas di gang depan rumahku, mereka melaju  dengan kecepatan tinggi hingga menabrak kendaraan ku, Tanpa merasa bersalah pasangan suami istri ini ngotot menatapi ku. Walaupun aku tidak salah aku tetap minta maaf untuk kejadian ini,

” Maaf… Maaf ya !!!!”

namun yang terjadi pasangan suami istri ini makin melunjak seakan mereka tidak  salah. Astaga…. sudah salah ngotot pula, pikirku dalam hati. Akupun tidak mau meladeni orang tersebut karena memang yang aku lihat sepeda motonya juga tidak apa-apa, tapi disepanjang gang menuju jalan raya si istri pengendara motor ini pun terus memelotiku sambil menggerutu. Aku hanya bisa tersenyum dan berdoa dalam hati ” Ya Tuhan ampuni orang ini”

Hal penting yang dapat kupetik dari kejadian ini, aku menarik  kesimpulan bahwa orang seperti ini, selain  tidak disiplin juga orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, perilaku seperti ini biasanya dilingkungan kerja pun merupakan orang yang tidak profesional dan tidak bertanggungjawab, sebab seorang profesional mengemudikan kendaraannya secepat mungkin tanpa membahayakan dirinya sendiri apalagi diri orang lain. Demikian halnya dalam bisnis, seorang entrepreneur boleh saja menjalankan  bisnis, menguasai pangsa pasar dengan strategynya sendiri, mencari laba sebesar-besarnya tetapi jangan mencelakakan bisnis orang lain, jadilah pemenang tanpa mengalahkan orang lain

13 Tanggapan

  1. Salut untuk Lae, bisa nahan emosi sekaligus memaafkan orang tersebut. Ada semacam kebiasaan di negara ini, jika pejalan kaki ditabrak oleh pengendara, maka yang salah adalah pengendara walaupun pejalan kaki yang menyeberang dengan sembarangan. Jika tukang becak ditabrak oleh mobil mewah maka yang salah adalah pemilik mobil mewah, walaupun jelas-jelas yang salah adalah tukang becak. Tidak ada kesadaran. Dan displin pejalan kaki dan pengendara di negeri amat sangat memprihatinkan.

  2. Jadi pemenang tanpa mengalahkan?
    bagaimana bisa?

  3. Wah wah wah..

    BEnar-benar sudah matang ya cara berfikirnya..

    Kalo saya pasti ya masih emosi balik..

    Aku memang harus banyak belajar dari orang seperti Anda ini yaw..

    Salam kenal Pak..

  4. @ Hematove Purba
    sulit emang mengubah mind set manusia lae..

    @Bocahbancar
    Aku juga masih belajar mas.
    salam kenal juga n tks sdh mampir ke bloh ku
    senang bersahabt dengan anda

    @ikankoi
    caranya, jangan pernah berhenti belajar mas.
    tks, dah berkunjung ke blogku

  5. ah tabiat seorang istri yang buruk !
    malah marah2 seperti itu. suaminya yang salah, tapi ikutan orang lain yang disalahkan

  6. @easy
    yang lucunya lagi mbak…
    malemnya aq cerita sama istriku…
    istriku malah bilang! ceweknya bukan marah kali but naksir sama u… hi.hi..hi… pede abiz

  7. dalam beberapa hal saya juga tergolong sabar (muji!).
    tapi versi anak saya lain lagi. katanya: orang sabar disayang tuhan, terlalu sabar diinjak teman🙂

  8. postingan yang pendek tapi sungguh mencerahkan, mas lintong. idealnya memang begitu. dalam hal apa pun fatsoen dan wisdom sangat dibutuhkan agar tdk melukai orang lain.

  9. Baru saja saya menyapa anda dan teman-teman lainnya dalam sebuah karya saya. Tanpa bertanya terlebih dahulu, saya telah mencantumkan nama anda di dalam deretan nama-nama yang ada. Semoga anda tidak berkeberatan. Dan apabila ada kesalahan dalam penulisan nama anda mohon beritahu ke kami, maka kami akan segera memperbaikinya. Saya juga telah membaca karya anda yang terbaru. Indah dan penuh makna. Saya dapat melihat keseriusan anda dalam tulisan ini. Salam untuk anda dan selamat berjuang, tetap semangat.

  10. Orang sabar dikasihi Allah..
    Sudah lama dengar kata-kata itu khan bro..
    Terus berkarya untuk Indonesia. God Bless You

  11. Lintong Nababan:
    @ Weststella
    @Generasi nababan
    @sawaly
    @wyd

    tks untuk komentarnya, GBU

  12. Salam lae, cerita lae yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Yang salah merasa benar. Yang benar malah mengalah.Namun pemenangnya adalah yang kalah? Bingung khan…Terima kasih pencerahannya.

  13. Jujur amang boru, aku sangat setuju dengan prinsip memenangkan tanpa mengalahkan orang lain
    walaupun sejujurnya aku belum mampu untuk melakukan itu.
    Tapi apalah artinya sebuah kemenangan jika harus ada yang merasa kalah?

    yang selalu kuingat kata guru waktu SD..

    Menang jadi arang, kalah jadi abu…

    mending ga usah dua-duanya…

    biarlah kita hanya memenangkan iman kita bersama Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat

    Lintong Nababan:
    Kunci adalah penguasaan diri, hidup dengan pengendalian Tuhan,
    semua pasti aman

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: