Kesombongan Intelektual

Ada banyak orang jenius yang terkenal di seluruh dunia. Seperti Albert Einstein, penemu teori relativitas, atau Graham Bell penemu telepon,Alfred Nobel penemu Dinamit, dan masih banyak lagi orang-orang pintar menurut ukuran manusia. Namun, apakah kemampuan intelektualitas yang tinggi juga diimbangi oleh kemampuan rohani yang kuat pula?

Sebagai orang percaya, seharusnya kita memiliki dasar rohani yang kuat dan terus bertumbuh.Namun, kita juga perlu hikmat dari Tuhan untuk memahami berbagai hal tentang dunia ini. Artinya,kita juga harus belajar dan mengenali segala sesuatu dengan menggunakan otak yang telah diberikan Tuhan.Sebab, Tuhan juga membenci orang-orang yang bodoh dan bebal.

Namun, kerap orang kian pintar kian muncul kesombongan dalam dirinya.Menganggap diri paling pintar , sehingga tak mau mendengar  perkataan orang lain. Segala sesuatunya dipertimbangkan menurut perhitungan logika belaka. Orang yang sombong secara intelektual ini, sebenarnya terjebak dalam pemahaman yang keliru tentang ilmu pengetahuan. Dalam benaknya, pengetahuan adalah segalanya. Tak heran kalau ada orang yang begitu mendewakan pengetahuannya sehingga mendorong dirinya pada pemahaman bahwa menguasai pengetahuan berarti menguasai duni ini.

Secara logika sederhana pun hal itu tak mungkin bisa terjadi. Bukankan satu pengetahuan juga berkaitan dengan pengetahuan lainnya? seorang ahli komputer juga membutuhkan manajemen, atau seorang ahli pembuatan pesawat membutuhkan kemampuan tehnik lainnya serta pengetahuan sosial . Sumber segala pengetahuan adalah Allah sendiri. Jadi, sangat naif kalau kita menyombongkan diri, apalagi sampai mendukakan hati Allah.

” Takut Akan Tuhan Adalah Permulaan Hikmat”

Sumber:Saat teduh harian Pribadi, Edisi 90/IX/Februari

4 Tanggapan

  1. nice post ito, salam kenal dari sy…pengen bljr bnyak hal dr ito….

  2. kadang karena para scientist itu didukung argumen2 logis maka semuanya mau dibikin logis padahal kadang kala ‘melogiskan’ agama jauh lebih sulit dari melogiskan fakta fisika (misalnya).
    ulama bilang, tuhan memberi otak pada semua manusia namun memberi hidayah pada yang dikehendaki-nya. mungkin ini memang terjadi. tapi kok kayak pilih kasih ya?

  3. @ Viesihombing

    Salam kenal juga ito. tks dah mampir ke blog ku

    2 Wyd
    mungkin bisa dikatakan kayak pilih kasih, karena yang jelas hanya orang yang takut akan Tuhan yang beroleh hikmat (tapi ini hanya menurut aku pak) tks

  4. Menarik sekali ulasan Pak Lintong ini. Ijinkan saya menanggapi ya.
    Hal tersebut memang dua dunia yang berbeda. Cara pandang atau persepsi tentang dua hal itu pun berbeda. Ilmu Teknologi dan kerohanian memang harus terpisah, tidak tercampur aduk. Akan tetapi, kalau Ilmu Pengetahuan yang disertai keimanan yang baik, akan memberikan kemaslahatan lebih dibanding dengan hanya mengandalkan Ilmu Pengetahuan belaka.

    Manusia yang berpengatahuan, akan lebih manusiawi dengan tambahan imannya. Takut akan Tuhan adalah awal hikmat, tetapi iman tanpa perbuatan sepertinya adalah hampa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: