Family Gathering ILUNIA (Ikatan Alumni SMUN 1 Balige) sejabodetabek & BandungI

Sederhana tapi bermakna, kecil tapi dapat diingat, adalah eksistensi pelaksanaan Family Gathering Ilunia Sejabodetabek & bandung. Family gathering yang berjalan dengan Thema” Aku Peduli Almamaterku” dihadiri sekitar 40 orang Alumni dari berbagai angkatan, antara lain alumni 1989, 1995 sampai dengan alumni 2008.

Family gathering tahun ini menyuarakan peningkatan kecintaan terhadap Almamater dan juga menjalin kebersamaan antara alumni, menumbuhkembangkan kesadaran dan jiwa sosial kepada orang-orang yang membutuhkan peran alumni.

Salmon Hutasoit

Salmon Hutasoit

Family gathering yang bertempat di Cisarua, Jawa Barat ini melaksanakan acara khusus yang diawali dengan kebaktian bersama yang dipimpin dan dilayani langsung oleh salah seorang alumni 1995 yakni bang Salmon Hutasoit. dalam khotbahnya bang Salmon Hutasoit menyampaikan pentingnya kebersamaan, Disiplin, dan tujuan bersama dalam satu team/organisasi. Setelah acara kebaktian bersama acara dilanjutkan dengan Spirit Motivation yang juga di mentori langsung oleh Salmon Hutasoit.Patut kita bangga dan mensyukuri bahwa SMUN1 Balige selain mencetak Profesional-Profesional muda juga melahirkan mentor dan hamba Tuhan yang patut diteladani.

Makan bersama

Makan bersama

Ditengah dinginnya malam, dengan antusias para alumni melanjutkan kegiatan -kegiatan lainnya antara lain Game, Perkenalan sesama alumni, api unggun, bakar jagung dan karaoke.

Hari kedua, kebersamaan sesama alumni nampak semakin akrab dengan melakukan olah raga bersama, tour kebun dengan suasana yang penuh

Tour kebun

Tour kebun

canda.

Pagi menjelang siang, dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang juga merupakan puncak acara family gathering tahun ini telah disahkan AD/ART  Ilunia Sejabodetabek & Bandung, yang dilanjutkan dengan

Lintong Nababan, Presidium sidang

Lintong Nababan, Presidium sidang

Musyawarah Besar Organisasi yang dipimpin langsung oleh Presidium Sidang yaitu Pangeran Andrew Hutapea

Musyawarah Besar Organisasi

Musyawarah Besar Organisasi

dan Lintong Nababan. Musyawarah Besar Organisasi ini dihadiri 3 komisi masing-masing Komisia A, Bidang keorganisasian, Komisi B dewan pelaksana, komisi C rekomondasi. MBO ini berlangsung dengan hikmat dan menghasilkan beberapa program kerja dari masing-masing komisi.

Dipenghujung acara masing-masing komisi merekomondasikan satu orang calon ketua Alumni antara lain, Komisi A menclaonkan Fransiskus Mauceng Simanjuntak, Komisi B mencalonkan Rudy Alber

Fransiscus Mauceng S, Ketua terplih. Pangeran Andrew H, Wakil Ketua

Fransiscus Mauceng S, Ketua terplih. Pangeran Andrew H, Wakil Ketua

Sirait dan Komisi C mencalonkan Chiko br.Pardede.Melalui pemilihan suara terbanyak dengan resmi Fransiskus Mauceng Simanjutak terpilih menjadi ketua Alumni Sejabodetabek & Bandung peiode 2009 -2011 dengan perolah suara 22 suara atau 59,4 %.

Saya pribadi mewakili alumni 1997 dengan rasa haru dan bahagia sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kasihnya para panitia diberi kemampuan untuk menghimpun para alumni hingga acara ini terlaksana dengan baik. Kiranya Family Gathering tahun ini membawa sukacita, menjadi moment bagi Ilunia untuk membulatkan tekad, berbuat yang terbaik untuk Almamater dan juga para alumni. Semoga Sukses Tuhan Memberkati

Lintong Nababan

Alumni 1997

Lintang Pratama Expressindo/Indotrac Cargo Perkasa

Kesombongan Fisik

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji” Amsal 31:30

Kesombongan fisik berkaitan dengan keelokan tubuh seseorang. Biasanya orang menjadi sombong ketika menganggap tubuhnya sempurna dan mampu menarik perhatian orang.Jadi, tak heran kalau orang-orang yang merasa dirinya elok rupa, lalu lupa diri menganggap rendah orang lain.

Bodohnya lagi, ketika di masa mudanya merasa rupawan, lalu takut tua dan keriput.Kemudian buru-buru melakukan operasi plastik dan sebagainya. Orang-orang seperti ini mencoba melawan kodratnya sebagai manusia yang memiliki segala keterbatasan. Kesombongan mendorong dirinya untuk melakukan segala cara demi memuaskan nafsu kedagingan.

Apakah yang bisa kita banggakan dari keelokan rupa?tidak ada sama sekali, karena keelokan rupa hanya sedalam kulit belaka. Artinya, bahwa kecantikan atau kegagahan tak lebih dari permukaan kulit belaka. Jadi, tak ada yang menjamin bahwa kerupawanan tersebut berlangsung abadi. Semuanya akan serba terbatas. Ada yang rusak karena kecelakaan, ada yang harus mengalami penuaan, dan sebagainya.

Yang terpenting dalam hidup kita, bagaimana kita memuliakan Allah dalam segala keberadaan kita. Keelokan rupa hanya sedalam kulit, tetapi keelokan rohani (inner beauty) jauh lebih baik dan berguna bagi orang lain. Kehadiran kita menjadi berkat bagi orang lain, dan membangun dalam beriman. Keelokan rupa memang bukan sesuatu yang salah, tapi jika tidak diimbangi keelokan rohani, semua menjadi sis-sia

Sumber: Saat Teduh Harian Pribadi , edisi 90

“MENGAPA SAYA BELUM SUKSES ?”


Pada hari Sabtu pagi yang cerah, terlihat seorang bapak sedang kesal dengan seorang montir di sebuah bengkel di daerah Taman Galaxy kalimalang. Pasalnya apa yang telah dikerjakan montir tersebut hari kemarin tidak membawa hasil yang menggembirakan.
“Mana katanya sudah  bener dan bisa irit bensin.” Bentaknya

Sang montir hanya garuk-garuk kepala, karena biasanya setelannya untuk menghemat bahan bakar bisa cespleng alias manjur. Dia bingung kenapa setelannya kali ini tidak berdampak pada hematnya bahan bakar di mobil Pak Daniel , pelanggan benkelnya. Parahnya lagi Pak Daniel jadi sewot dan mencak-mencak. Tetap saja tidak bisa menerima apa yang disampaikan sang montir.
“Bapak tidak main n gegas-ngegas kan kalau nyopir?” Tanya montir
“Aaah! Kamu ini cari alasan saja. Sudah dibayar mahal. Nggak ada hasilnya lagi! Mana Boss mu!” Bentaknya


Mereka pun menuju ruang manager bengkel, dan menceritakan kejadian yang dialami.
“Memang dulu mobil bapak berapa kilo per liter?” Tanya manager bengkel
“Nggak tahu?” jawab Pak Daniel
“Sekarang?” tanya manager bengkel lagi.
“Wah! Nggak tahu juga.” Jawabnya
“Kok bapak bilang mobil bapak jadi boros?”
“Dulu saya isi Rp. 50.000 bisa lima hari, sekarang hanya tiga hari” Jawabnya bersungut-sungut.


Manager bengkelpun tersenyum dan bahkan hampir tertawa.
“Bapak tahu kalau BBM sekarang naik?” tanya manager bengkel pada pak Daniel.
“Ya ampuuun! Oh iya-ya! Saya selalu mengisi bensin Rp. 50.000,-. Tidak pernah melihat berapa liter saya dapat. Jadi bukan mobil saya yang menjadi boros namun harga bensin yang naik. Aduh Goblok bener saya ini. Maaf-maaf. Ok saya pamit dulu. Maaf ya mas!” Pak daniel pun minta maaf pada motir yang sudah terlanjur dimaki-maki.
Sahabat sukses! Betapa kesalahan diagnosa suatu masalah, bisa berakibat sangat fatal, boros dan melelahkan. Ketajaman mendiagnosa sangat diperlukan. Siapapun anda. Anda sering melihat kasus salah diagnosa pada dokter dan berakibat sangat serius.


Lalu bagaimana dengan diri anda sekarang? Anda merasa berjalan ditempat? tidak bergerak kemana-mana, serta perubahan kehidupan anda tidak mengalami hal-hal yang baik. Kecenderungan kebanyakan orang akan mencari 1001 alasan untuk justifikasi dan menyalahkan orang. Ini adalah diagnosa yang paling FATAL yang mengakibatkan anda tidak akan ada berbaikan. Tidak akan ada perubahan.

Diagnosa dengan benar dan jujur, maka anda akan menemukan obat dan tindakan yang tepat. Sekarang saatnya anda melakukan diagnosa diri. Tanyakan pada diri anda dan buatlah daftar jawabannya.
“MENGAPA SAYA BELUM SUKSES ?”

Cerita by: Deasy Erintan S

Saling Membangun

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Roma 14:19)

Dalam pacaran acapkali kita menempatkan momen ini hanya sekedar pengisi waktu atau menonjolkan segi penampilan. kita kurang menyadari apa sih tujuan kita berpacaran. Itu sebabnya sebelum kita berpacaran, kita perlu tahu dulu hal yang perlu dibangun sebelum berpacaran.

Pertama: Kerohanian

Membangun sikap takut akan Tuhan merupakan kemutlakan bagi anak muda. Bila kerohanian pacar kita telah terbentuk, kita tak perlu kuatir tentang bagaimana sikapnya terhadap kita kelak. Sebab takut akan Tuhan, membuat pacar kita bersikap sopan kepada kita.

Kedua: Harga Diri

Secantik-cantiknya seseorang, buila harga dirinya telah anjlok, dia akan dipandang remeh orang lain bahkan pasangannya sendiri. Bukanlah proses saling membangun, bila sesama pasangan melakukan hubungan seks di luar nikah. Hubungan seks pra nikah nampaknya akan mempererat suatu hubungan, namun arahnya adalah kehancuran.

Ketiga: Masa Depan

Meskipun masih dalam taraf berpacaran, tetapi bukanlah kekeliruan bila keduanya mulai merancang masa depan. Dan masa depan tak pernah lepas dari kata belajar. Alangkah tidak bijaksananya, bila kita lebih cendreung mengajak pasangan kita selalu keluyuran ketimbang mendorong untuk belajar bekerja keras.

Kaum muda, tidak sedikit rumah tangga yang emngalami keretakan akibat selama berpacaran tidak menitikberatkan pada persiapan diri atau saling membangun. Karena kurang persiapan, akhirnya mereka bingung ketika menghadapi tuntutan zaman. Sahabat muda jangan terjebak dengan gaya berpacaran ala dunia yang hanya sekedar untuk senang-senang. Sangat berbahaya bila kita memasuki jenjang pernikahan dalam kondisi mentah. Sebab itu kita perlu melewati beberapa tahap pacaran, karena kemajuan tidak mungkin terjadi bila tidak melawati tangga pertama

Dikutip dari : Renungan Harian Pemuda & Remaja

TOLONG, MAAF & TERIMA KASIH


Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur.

Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya.

Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.”

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.

Pembaca Yang Budiman ,

Tiga kata “terimakasih, maaf, dan tolong” adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Mudah2an 3(tiga) suku kata ” Maaf, Tolong dan Terimakasih ” bermanfaat bagi kita semua


Sumber:Sinur Maida Siahaan,Alumni SMUN 1 Balige 1997

Berbuah dapat terjadi dengan mengenal Allah secara sungguh-sungguh

Jamita Partangiangan Wijk tgl 27-29 Agustus 2008

HKBP Kramat jati

Berbuah dapat terjadi dengan mengenal Allah secara sungguh-sungguh

(Psalm 91:14-16)

1. turpuk on, ima alus ni Debata tu halak na ro mandapothon Ibana. turpuk on patuduhon, pataridahon parbue ni ngolu ni halak na porsea. Halak na tangkas mananda Debata, diboto do aha lomo ni rohaNA . Isara ni angka ianakkon naung tangkas mananda sifat ni natorasna, sai di usahahon do asa unang muruk natorasna. Songon i nang natorasna sai dipingkiri do mangalului na dumenggan silehononna tu ianakkonna. Songon i ma hubungan ni jolma naung tangkas mananda Debata sai berusaha do ibana pasangaphon Debata. Di padao do dirina sian angka parange nahurang denggan. Nang si Johanes Pandidi pe didok do “Parbuehon hamuma na tama paboa naung muba rohamuna (Mat 3:8) (hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”) Ahu do na mamilit hamu, jala hupadiri hamu asa laho hamu marparbue jala mian parbuemunai. (Joh 15:16b) Sian parbuena do tandaonmuna nasida (Mat 7:16a)

Lapatanna: tarida do naporsea sian parulaonna. Asa tongtong jolma i bersikap aktif mangido pangurupion sian Debata jala pasahathon ngoluna holan tu Debata,sekaligus mangulahon na denggan marhite na mangurupi angka dongan na gale, mangapuli na marsak.

2. Di soarahon par Psalm do asa sude jolma marhaposan huhut mangasahon goar ni Jahowa di nasa pardalanan ni ngoluna (Pslm 37:5), ai tuk do Ibana paluahon hita sian nasa hamagoan ala ni pangaramotionNa. Disarihon do ngolunta di portibi on, nang ngolu sogot, marhite Jesus Kristus naung manobus hita sian hamatean ala ni dosanta. Marhite panobus Nai gabe monang hita jala marsonang-sonang. tapasangap ma goarna di bagasan unduk dohot serep ni roha.

3. Jahowa do Parmahan Bolon (Gembala Agung) di angka naporsea. Ndang paloasaonNa hita Marmara, targogot manang lilu, asal ma tajou goarna na Badia i dibagasan haporseaon. Lambat manang hatop alusanna do hita, asal unang pargale hita Molo tung pe adong angka tantangan ni haporseaonta, ingkon do hita lam margogo jala lam matoras haporseaonta. Ala ni i ingkon do hita marpangkirimon na mangolu jala di na marpangkirimon i do hita marlas ni roha.

4. Sada kategori na didok “martua” I ma na manghangoluhon jala marparbuehon na denggan di bagasan holong na sian Tuhan Jesus. Tung na so marisuang do ngolu ni angka na porsea molo dihaburjuhon. Poda 8:17: ” Ahu manghaholongi angka na manghaholongi Ahu jal na burju mangalului Ahu sai na jumpangsa do Ahu” Hahipason,habisuhon,hagabeon,hasangapon dohot ganjang ni umur sude na i rade di tangan ni Debata.

Menagatasi Kemiskinan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia

“Orang Miskin karena miskin”

Artinya, karena seorang miskin tidak dapat membiayai pendidikan dan pelatihan sehingga tidak mempunyai keterampilan yang dapat dijual.Karena tidak mempunyai keterampilan sulit mendapatkan pekerjaaan yang memberikan penghasilan yang cukup. Dengan kata lain karena keterampilan rendah, penghasilan juga rendah. Karena Penghasilan rendah sehingga tidak mempunyai biaya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya.

Penghasilan seseorang biasanya pertama-tama digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisik:Makan, pakaian dan tempat tinggal. Kalau kebutuhan fisik sudah terpenuhi secara minim, kebutuhan non fisik baru dipenuhi. Kebutuhan non fisik tersebut amtara lain: Kesehatan, Pendidikan, Rekreasi dan kebutuhan Spiritual. Urutan kebutuhan non fisik bisa berbeda tetapi yang relevan dengan sumber daya manusia dan kemiskinan adalah PENDIDIKAN, termasuuk didalamnya pelatihan. Pendidikan terdiri dari lingkungan Formal dan Informal, lingkungan formal adalah lembaga pendidikan dalam bentuk sekolah, biasanya mulai dari Sekolah Dasar, Menengah sampai Perguruan Tinggi.

Akhir-akhir ini pendidikan usia dini dimulai dari Play group sampai Taman Kanak-kanak dianggap penting dalam proses pengembangan anak. Dengan demikian pendidikan Pra sekolah yang dianggap sekedar kegiatan informal mulai menjadi ” Formal”. Di negara maju pendidikan Pra Sekolah hampir bersifat Universal dan merupakan Pendidikan Yang mahal. Kegiatan Pra Sekolah itu dianggap Predictive terhadap keberhasilan pendidikan berikutnya bahkan dalam hidupnya.

Mengembangkan SUmber daya Manusia adalah upaya memberdayakan sumber daya manusia. Memberdayakan berarti meningkatkan daya (Empowerment). Bagi negara-negara maju dimana perbedaan dalam kondisi masyarkat lapisan atas, menengah dan bawah dalam hal-hal yang relevan tidak besar. Perbedaan dalam benghasilan, Pendidikan dan pekerjaan lebih bersifat relatif. Artinya orang lapisan bawah dapat memenuhi kebutuhan fisik diatas minimum. demikian pula dengan kesehatan, pendidikan, rekreasi , dll. Dinegara berkembang seperti Indonesia perbedaan yang penting bersifat Absolut. Sebagai misal orang lapisan menengah ke atas mempunyai penghasilan dimana mereka dapat memiliki rumah, kendaraan dan harta lainnya yang mungkin hidup dalam kecukupan. Di INdonesia jumlah mereka tidak besar secara relative tetapi secara absolute jumlah mereka terus meningkat. Kalau kita lihat kemacetan lalu lintas, peningkatan penumpang kereta api, pesawat terbang merupakan cermin meningkatnya jumlah mereka. Sebagian mereka berpendidikan tinggi yang diikuti anak-anak mereka yang akan berbendidikan tinggi.

Pendidikan adalah proses jangka panjang yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap. Pendidikan yang berkualitas memerlukan biaya besar dan peserta didik yang bermotivasi tinggi. Masyarakat kita pada umumnya belum menyadari manfaat ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam tehnology untuk maju dan berhasil. Sekarang beredar anggapan bahwa kecerdasan dan inteligensi yang ada pada anak-anak dapat di ukur dari IQ harus ditambah EQ dan SQ. Konsep EQ dab SQ diciptakan oleh orang-orang yang ber IQ tinggi.

Tidak ada jalan lain kalau kita mau maju terus kecuali bekerja keras untuk menguasai ilmu dan tehnology moderen, meningkatkan kemampuan atau Skill melalui pelatihan. Keterampilan adalah Sumber dari Produktivitas yang pada gilirannya adalah sumber penghasilan dan sumber kesejahteraan, inilah jalan untuk mengatasi kemiskinan dan menjadikan orang tidak hanya tidak miskin tetapi meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan secara terus.

INGAT………

1. INVESTASI MODAL FISIK MENGALAMI PENYUSUTAN, TETAPI INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA  MENGALAMI PENINGKATAN.

2. BAHWA PENDIDIKAN ADALAH UPAYA UNTUK MEMERDEKAKAN SESEORANG DARI KETIDAK BERDAYAANNYA