Saling Membangun

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Roma 14:19)

Dalam pacaran acapkali kita menempatkan momen ini hanya sekedar pengisi waktu atau menonjolkan segi penampilan. kita kurang menyadari apa sih tujuan kita berpacaran. Itu sebabnya sebelum kita berpacaran, kita perlu tahu dulu hal yang perlu dibangun sebelum berpacaran.

Pertama: Kerohanian

Membangun sikap takut akan Tuhan merupakan kemutlakan bagi anak muda. Bila kerohanian pacar kita telah terbentuk, kita tak perlu kuatir tentang bagaimana sikapnya terhadap kita kelak. Sebab takut akan Tuhan, membuat pacar kita bersikap sopan kepada kita.

Kedua: Harga Diri

Secantik-cantiknya seseorang, buila harga dirinya telah anjlok, dia akan dipandang remeh orang lain bahkan pasangannya sendiri. Bukanlah proses saling membangun, bila sesama pasangan melakukan hubungan seks di luar nikah. Hubungan seks pra nikah nampaknya akan mempererat suatu hubungan, namun arahnya adalah kehancuran.

Ketiga: Masa Depan

Meskipun masih dalam taraf berpacaran, tetapi bukanlah kekeliruan bila keduanya mulai merancang masa depan. Dan masa depan tak pernah lepas dari kata belajar. Alangkah tidak bijaksananya, bila kita lebih cendreung mengajak pasangan kita selalu keluyuran ketimbang mendorong untuk belajar bekerja keras.

Kaum muda, tidak sedikit rumah tangga yang emngalami keretakan akibat selama berpacaran tidak menitikberatkan pada persiapan diri atau saling membangun. Karena kurang persiapan, akhirnya mereka bingung ketika menghadapi tuntutan zaman. Sahabat muda jangan terjebak dengan gaya berpacaran ala dunia yang hanya sekedar untuk senang-senang. Sangat berbahaya bila kita memasuki jenjang pernikahan dalam kondisi mentah. Sebab itu kita perlu melewati beberapa tahap pacaran, karena kemajuan tidak mungkin terjadi bila tidak melawati tangga pertama

Dikutip dari : Renungan Harian Pemuda & Remaja

Pacaran yang sehat……. (Sambungan)

“Sebelum anda membaca Alinea ini sebaiknya anda Baca terlebih dahulu artikel  sebelumnya (masa remaja adalah masa transisi)”

Pacaran adalah masa perkenalan antara dua pribadi secara khusus dengan tujuan pernikahan. dikatakan khusus karena pacaran bukan sekedar masa perkenalan. Dua pribadi yang berlawanan jenis sexuilnya mengambil sikap dan keputusan untuk mengkhususkan hubungan antara mereka berdua. Meningkatkan hubungan dalam pengalaman interaksi yang semakin lama semakin pribadi sifatnya untuk mencapai tujuan bersama dalam pernikahan

Pacaran tidak sama dengan masa perkenalan/pra pacaran (frienship)

pra pacaran adalah kebutuhan yang hakiki dari setiap manusia sebagai mahluk sosial, manusia sejak lahir membutuhkan sesamanya. kebutuhan sosial itu harus berkembang hingga pada satu phase seorang muda mengambil sikap dalam pergaulan pra pacaran.

phase remaja ditandai dengan munculnya kematangan sexuil dan gejala kematangan fisik ini ditandai dengan munculnya tingkahlaku sexuil yang baru. seringkali remaja melihat dan menginginkan lawan jenisnya semata-mata sebagai objec pemuasan sexuilnta saja. Orientasinya adalah bagian tubuh yang bisa memuaskan kebutuhannya tidak pada pribadinya secara utuh.

ada dua penjelasan mengenai ketidak normalan terjadi karena dosa

1. Hubungan laki-laki dan perempuan adalah hubungan yang seutuhnya.seks adalah perlengkapan dan alat sosial yang menyatukan lak-laki dan perempuan

2. Dosa membuat manusia  tidak membina hubungan sosial seutuhnya. sekks sebagai alat pelampiasan nafsu.

Phase pra pacaran adalah phase yang paling kritis dan menentukan dimana tanpa bimbingan dan pengenalan yang benar akan firman Tuhan remaja bisa jatuh dalam kesalahan yang fatal.

jadi ada hal-hal yang harus diperhatikan:

1.Kontrol perasaan (instinct)

perasaan bukan dasar utama dalam memilih pasangan. remaja perlu disadarkan bahwa pergaulan mereka mempunyai tujuan pernikahan dan pernikahan adalah sesuatu yang permanen.Pernikahan tidak dapat didasarkan atas instinct rasa suka yang relatif sifatnya dan gampang berubah

2. membutuhkan pimpinan Tuhan

Remaja yang membutuhkan pimpinan Tuhan adalah remaja yang menyadari bahwa keinginan hati tidak selamanya baik dan benar.

Membutuhkan pimpinan Tuhan adalah menyadari bahwa hidupnya milik tuhan dan sedang dalam proses untuk menjadi serupa dengan Kristus (Roma 8:29-30)

Setelah melalui phase pra pacaran yang baik, seseorang akan merasakan pimpinan Tuhan dan berani mengambil keputusan berpacaran dengan seorang saja. Jadi pergaulan, pacaran dan pernkahan adalah proses kematangan hidup yang dipersipakan untuk melakukan perbuatan yang baik

Masa remaja adalah masa transisi

Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa.Transisi adalah jembatan antara dua tahap hidup yang berlainan. Dan tercakup dalam transisi adalah proses perubahan ketika satu tahap berakhir dan tahap yang lain akan mulai.

Biasanya setiap perubahan membawa unsur resiko, rasa tidak aman, hal yang baru.dll

Bagi sebagian anak muda, masa remaja adalah masa krisis. Bagi sebagian yang lain, perkembangan masa remaja mereka agak lancar, tetapi secara umum masa remaja merupakan masa transisi paling sulit dalam hidup. Perubahan fisik, emosional, tingkahlaku,pikiran dan harga diri inilah yang membuat anak muda mengalami krisis identitas dan mentukan pilihan-pilihan yang mereka ambil.

Pilihan-pilihan moral dilakukan agak dini pada masa kini, pilihan itu termasuk seks, obat-obatan, teman-teman, dan minuman keras.

Bersambung…………………..